Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB
Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress
Gambar udara menunjukan seorang nelayan sedang mengumpulkan ikan mati dari waduk di provinsi Dong Nai, Vietnam, Selasa (30/4/2-24). [AFP]

Suara.com - Sering merasa cuaca semakin panas akhir-akhir ini? Hal tersebut disebabkan oleh peningkatan panas yang kini mencapai 22 persen di seluruh dunia.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa dalam 50 tahun terakhir, jumlah penduduk dunia yang mengalami heat stress ekstrem terus meningkat secara signifikan. Kondisi ini tidak hanya membuat cuaca terasa lebih tidak nyaman dan menyengat, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan hingga berakibat fatal, seperti kematian.

Peningkatan panas tersebut dipaparkan dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Climate Change berjudul "Global Heat Stress Intensification and Its Expanding Footprint on the Human Population".

Penelitian tersebut menganalisis perubahan tingkat heat stress dari tahun 1970 hingga 2024 menggunakan Universal Thermal Climate Index (UTCI). Indeks ini mengukur suhu udara, kecepatan angin, radiasi matahari, hingga respons tubuh manusia terhadap cuaca panas sehingga dapat memprediksi reaksi tubuh terhadap panas ekstrem.

Heat Stress Meningkat Drastis

Seorang nelayan mengumpulkan ikan mati dari waduk di provinsi Dong Nai, Vietnam, Selasa (30/4/2-24). [AFP]
Seorang nelayan mengumpulkan ikan mati dari waduk di provinsi Dong Nai, Vietnam, Selasa (30/4/2-24). [AFP]

Penulis utama penelitian tersebut, Rebecca Emerton, mengatakan bahwa cuaca ekstrem kini semakin marak terjadi. 

"Di setiap benua, tekanan panas yang kuat hingga ekstrem kini lebih sering terjadi," ujarnya sebagimana dikutip dari AFP (26/6/2026). 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat heat stress meningkat secara signifikan. Pada 1970, sekitar 16 persen populasi dunia mengalami setidaknya satu hari dengan tingkat heat stress ekstrem setiap tahunnya. Kini, angkanya meningkat menjadi 22 persen.

Rebecca menjelaskan bahwa kenaikan enam poin persentase tersebut berarti sekitar satu miliar orang tambahan kini menghadapi kondisi heat stress dibandingkan lima dekade lalu.

baca juga

"Itu mungkin tidak terdengar seperti sesuatu yang besar. Namun, itu berarti sekitar satu miliar orang tambahan yang sekarang mengalami setidaknya beberapa tekanan akibat panas ekstrem yang tidak akan terjadi pada tahun 1970-an," jelasnya.

Gelombang Panas Semakin Intens

Peneliti dalam studi tersebut juga menemukan bahwa gelombang panas tidak hanya menjadi lebih sering, tetapi juga berlangsung lebih lama dan lebih intens. Di beberapa wilayah, suhu terasa lima derajat lebih panas dibandingkan tahun 1970. Bahkan, kondisi tersebut kini terjadi di kawasan yang sebelumnya jarang mengalami panas ekstrem, seperti Inggris, Skandinavia, dan Amerika Utara.

"Stres panas juga meluas ke wilayah-wilayah di dunia di mana secara historis hal itu belum pernah dialami," kata Rebecca.

Malam Hari Ikut Memanas 

Selain siang hari yang semakin terik dan pengap, suhu pada malam hari juga menjadi lebih panas. Penelitian tersebut mencatat adanya peningkatan suhu pada malam hari, bahkan suhu tidak turun di bawah 20 derajat Celsius. Kondisi ini membuat tubuh kehilangan kesempatan untuk mendinginkan diri setelah terpapar panas sepanjang hari dan meningkatkan risiko bagi kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, dan penderita penyakit kronis.

Sebagai penutup, Rebecca mengatakan bahwa jika tidak segera diantisipasi, tren gelombang panas akan terus mengalami peningkatan. 

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trakindo Gelar Misi Hijau Bersama Trash Ranger Indonesia, Edukasi Lingkungan Lewat Aksi Nyata

Trakindo Gelar Misi Hijau Bersama Trash Ranger Indonesia, Edukasi Lingkungan Lewat Aksi Nyata

Your Say | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:57 WIB

Mengapa Masa Depan Kendaraan Listrik Mungkin Tak Lagi Bergantung pada Nikel?

Mengapa Masa Depan Kendaraan Listrik Mungkin Tak Lagi Bergantung pada Nikel?

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:30 WIB

Tak Sekadar Tekan Emisi: Bagaimana Brand F&B Ini Kurangi Limbah Industri?

Tak Sekadar Tekan Emisi: Bagaimana Brand F&B Ini Kurangi Limbah Industri?

Lifestyle | Rabu, 01 Juli 2026 | 16:44 WIB

Terkini

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

Gus Kikin Umumkan Susunan Pengurus PBNU: Gus Ipul Waketum, Gudfan Arif Jadi Sekjen

Gus Kikin Umumkan Susunan Pengurus PBNU: Gus Ipul Waketum, Gudfan Arif Jadi Sekjen

News | Rabu, 30 September 2026 | 21:50 WIB

Sidang Ijazah Gibran di MK, Mantan Komisioner KPU: Verifikasi Dokumen Itu Harus Datang Langsung!

Sidang Ijazah Gibran di MK, Mantan Komisioner KPU: Verifikasi Dokumen Itu Harus Datang Langsung!

News | Rabu, 30 September 2026 | 21:28 WIB

×