Tak Hanya Jadi Sumber Air Bersih, Bagaimana Air Tanah Bantu Ekosistem Laut Simpan Karbon?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:38 WIB
Tak Hanya Jadi Sumber Air Bersih, Bagaimana Air Tanah Bantu Ekosistem Laut Simpan Karbon?
Potret Pesisir Pantai (Magnific/Wirestock)

Suara.com - Selama ini, air tanah lebih sering dikenal sebagai sumber air bersih bagi manusia. Dilansir dari hidrologi.net (27/6/2026), air tanah adalah air tawar yang mengalir di bawah permukaan bumi dan tersimpan di dalam pori-pori tanah maupun celah batuan.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa air yang mengalir di bawah permukaan bumi juga dapat membantu laut menyimpan karbon. Temuan ini membuka peluang baru bagi air tanah sebagai bagian dari solusi alami untuk menghadapi perubahan iklim.

Air Tanah Tak Hanya Menyediakan Air Bersih

Penelitian yang dilakukan ilmuwan dari Australian Institute of Marine Science (AIMS) di kawasan Terumbu Ningaloo, Australia Barat, sebagaimana dilansir dari aims.gov.au (27/6/2026), meneliti bagaimana aliran air tanah dari daratan menuju laut membawa air tawar, nutrien, dan karbon yang mendukung pertumbuhan rumput laut. Organisme ini dikenal sebagai salah satu penyerap karbon alami paling efektif di ekosistem pesisir.

Rumput laut memanfaatkan karbon dioksida (CO2) dari udara dan air melalui proses fotosintesis untuk tumbuh. Ketika daun atau bagian tubuhnya rontok, material tersebut dapat terkubur di dasar laut. Karbon yang tersimpan kemudian terisolasi dari atmosfer selama ratusan hingga ribuan tahun. Proses ini dikenal sebagai penyimpanan karbon biru atau blue carbon.

Melacak Aliran Air Tanah ke Laut

Salah satu peneliti dalam proyek tersebut, Dr. Kay Davis, menjelaskan bahwa timnya memetakan kondisi pesisir Ningaloo untuk mengetahui kandungan nutrien dalam air tanah dan bagaimana nutrien tersebut mengalir menuju terumbu karang.

"Kami telah mengamati pantai Ningaloo, dari Tantabiddi hingga sedikit melewati Coral Bay, untuk menilai tingkat nutrisi dalam air tanah dari berbagai bagian pantai dan kemungkinan nutrisi ini mencapai terumbu karang," ujar Kay.

Untuk menguji hal tersebut, tim peneliti mengambil sampel dari 33 sumber air tanah, seperti sumur dan mata air, serta 54 sampel air laut di sekitar terumbu. Mereka juga menggunakan radon, unsur alami yang terdapat di dalam tanah, sebagai penanda untuk melacak aliran air tanah yang mencapai laut. Data lapangan tersebut kemudian dipadukan dengan pemodelan komputer guna memperkirakan besarnya aliran air tanah dalam jangka waktu dan wilayah yang lebih luas.

baca juga

Hasil awal menunjukkan bahwa karakteristik aliran air tanah berbeda di setiap wilayah. Di bagian utara Ningaloo, misalnya, air tanah lebih mudah mengalir ke laut dibandingkan wilayah selatan yang memiliki lapisan air tanah lebih dalam. Perbedaan tersebut memengaruhi jumlah nutrien yang mencapai ekosistem pesisir dan mendukung pertumbuhan rumput laut maupun organisme laut lainnya.

Membantu Melindungi Terumbu Karang

Menurut Dr. Kay Davis, temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam mengelola jalur alami aliran nutrien yang menopang kesehatan terumbu karang sekaligus meningkatkan kemampuan ekosistem pesisir dalam menyerap karbon.

"Penelitian ini adalah yang pertama dari jenisnya di Ningaloo, dan kami berharap data tersebut akan membantu para pembuat keputusan untuk melindungi jalur nutrisi alami yang mendukung Terumbu Karang Ningaloo," tutur Kay.

Penelitian tersebut menjadi pengingat bahwa perlindungan air tanah tidak hanya penting untuk memenuhi kebutuhan air bersih manusia, tetapi juga berperan dalam menjaga kesehatan ekosistem laut. Dengan memahami hubungan antara air tanah dan penyimpanan blue carbon, para peneliti berharap upaya konservasi pesisir dapat sekaligus mendukung mitigasi perubahan iklim.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Industri Fashion Terus Memproduksi Sampah, Bisakah Upcycling Jadi Jalan Keluar?

Industri Fashion Terus Memproduksi Sampah, Bisakah Upcycling Jadi Jalan Keluar?

Lifestyle | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:34 WIB

Penelitian Ungkap Mikroplastik Kini Ditemukan di Awan, Berpotensi Pengaruhi Iklim

Penelitian Ungkap Mikroplastik Kini Ditemukan di Awan, Berpotensi Pengaruhi Iklim

Your Say | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:21 WIB

KLH Luncurkan SRUK di 9 Juli, Garap Potensi Ekonomi Perdagangan Karbon

KLH Luncurkan SRUK di 9 Juli, Garap Potensi Ekonomi Perdagangan Karbon

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 18:53 WIB

Terkini

Tim SAR dan K-9 Dikerahkan Bantu Pencarian Korban Gempa NTT

Tim SAR dan K-9 Dikerahkan Bantu Pencarian Korban Gempa NTT

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:48 WIB

Gempa M 7,7 Guncang NTT, BNPB Minta 6 Kabupaten Segera Tetapkan Status Darurat

Gempa M 7,7 Guncang NTT, BNPB Minta 6 Kabupaten Segera Tetapkan Status Darurat

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:46 WIB

Pergeseran Tragedi dalam Novel Mary Shelley dan Film Frankenstein (2025)

Pergeseran Tragedi dalam Novel Mary Shelley dan Film Frankenstein (2025)

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:45 WIB

1.725 Paket Sembako Disiapkan untuk Masyarakat Terdampak Bencana di NTT

1.725 Paket Sembako Disiapkan untuk Masyarakat Terdampak Bencana di NTT

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:42 WIB

9 Rekomendasi Facial Wash untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas

9 Rekomendasi Facial Wash untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:35 WIB

Bobby Nasution Tegur Pejabat Pematangsiantar Pakai Mobil Dinas di Hari Libur

Bobby Nasution Tegur Pejabat Pematangsiantar Pakai Mobil Dinas di Hari Libur

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:33 WIB

5 Rekomendasi Day Cream Lokal dengan SPF untuk Melindungi Kulit Wajah

5 Rekomendasi Day Cream Lokal dengan SPF untuk Melindungi Kulit Wajah

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:30 WIB

BRI Peduli Tanggap Bencana Gerak Cepat Bantu Warga Terdampak Gempa Bumi Flores

BRI Peduli Tanggap Bencana Gerak Cepat Bantu Warga Terdampak Gempa Bumi Flores

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:28 WIB

Pemprov NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa Selama 14 Hari

Pemprov NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa Selama 14 Hari

Bali | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:22 WIB

Ambulans Udara hingga Dokter Terbang: Salah Kaprah Pemerintah Sikapi Masalah

Ambulans Udara hingga Dokter Terbang: Salah Kaprah Pemerintah Sikapi Masalah

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 12:20 WIB

×