LVAD Jadi Harapan Pasien Gagal Jantung Stadium Lanjut, Ini Proses Panjang Sebelum Alat Dipasang

Dinda Rachmawati

Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:20 WIB
LVAD Jadi Harapan Pasien Gagal Jantung Stadium Lanjut, Ini Proses Panjang Sebelum Alat Dipasang
LVAD Jadi Harapan Pasien Gagal Jantung Stadium Lanjut, Ini Proses Panjang Sebelum Alat Dipasang (Dok Istimewa)
baca 10 detik
  • Pasien gagal jantung stadium lanjut dapat menggunakan alat bantu mekanis LVAD untuk menggantikan fungsi bilik kiri memompa darah.
  • Sebelum operasi kompleks di Siloam Hospitals Kebon Jeruk, pasien wajib menjalani pemeriksaan komprehensif pada jantung dan organ penting lainnya.
  • Tim medis telah sukses melakukan dua implantasi LVAD dalam waktu kurang dari sebulan berkat persiapan dan pelatihan matang.

Suara.com - Ketika jantung sudah tidak lagi mampu memompa darah secara optimal, penanganannya tidak selalu berhenti pada pemberian obat. 

Pada pasien dengan gagal jantung stadium lanjut yang tidak lagi merespons terapi secara memadai, dokter dapat mempertimbangkan penggunaan alat bantu mekanis seperti Left Ventricular Assist Device (LVAD).

Namun, memasang LVAD bukanlah prosedur yang dilakukan begitu saja. Sebelum alat berupa pompa jantung mekanis tersebut ditanamkan ke dalam tubuh, pasien harus menjalani serangkaian pemeriksaan menyeluruh. 

Tim dokter juga perlu memastikan seluruh persiapan operasi dilakukan secara matang karena prosedur ini memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi. LVAD sendiri merupakan alat yang membantu kerja ventrikel kiri atau bilik kiri jantung, ruang yang berperan memompa darah ke seluruh tubuh. 

Alat tersebut membantu mengambil alih sebagian fungsi pompa jantung ketika kemampuan jantung sudah sangat menurun.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Siloam Hospitals Kebon Jeruk, dr. Leonardo Paskah Suciadi, Sp.JP, FIHA, FAPSC, FESC, FHFA, menjelaskan LVAD dapat menjadi salah satu pilihan bagi pasien gagal jantung lanjut yang fungsi jantungnya sudah sangat minimal, terutama setelah berbagai terapi sebelumnya tidak memberikan respons yang diharapkan.

LVAD Jadi Harapan Pasien Gagal Jantung Stadium Lanjut, Ini Proses Panjang Sebelum Alat Dipasang (Dok. Istimewa)
LVAD Jadi Harapan Pasien Gagal Jantung Stadium Lanjut, Ini Proses Panjang Sebelum Alat Dipasang (Dok. Istimewa)

“Assistant device ini suatu alat yang digunakan sebagai pompa jantung artificial yang dipasang secara bedah. Tujuannya untuk mengambil alih pompa jantung di sebelah kiri, yaitu ventrikel atau bilik kiri, kemudian mengalirkan darah menuju ke seluruh tubuh,” ujar Leonardo.

Karena bekerja membantu fungsi jantung, keputusan untuk memasang LVAD membutuhkan penilaian yang tidak hanya berfokus pada kondisi jantung. Dokter perlu melihat kondisi tubuh pasien secara keseluruhan untuk menentukan apakah tindakan tersebut sesuai.

Dokter spesialis bedah toraks-kardiovaskular, dr. Sugisman, Sp.BTKV, Subsp.JD (K), mengatakan evaluasi pasien dilakukan secara lebih detail dibandingkan pemeriksaan jantung pada umumnya.

baca juga

“Operasi LVAD ini menggunakan advanced technology sehingga evaluasi terhadap pasien tentu perlu dilakukan secara komprehensif,” kata Sugisman.

Pemeriksaan jantung dapat mencakup penilaian tekanan di berbagai ruang jantung. Selain itu, organ lain yang berhubungan dengan fungsi jantung juga ikut diperiksa, mulai dari paru-paru, ginjal hingga hati.

Pemeriksaan laboratorium serta pemeriksaan penunjang seperti rontgen toraks dan USG abdomen juga menjadi bagian dari proses tersebut. Seluruh hasilnya kemudian dikumpulkan untuk melakukan klasifikasi dan stratifikasi pasien.

“Kita bisa lakukan stratifikasi, apakah pasien ini layak untuk dilakukan tindakan LVAD atau tidak, karena kategorisasi pasien sangat menentukan outcome tindakan yang akan kita lakukan,” jelas Sugisman.

Setelah pasien dinilai sesuai untuk menjalani prosedur, persiapan tidak berhenti pada sisi pasien. Tim medis juga harus memastikan seluruh personel dan sistem pendukung siap menghadapi tindakan tersebut.

Dokter spesialis bedah toraks-kardiovaskular, dr. Maizul Anwar, Sp.BTKV(K), mengatakan persiapan dilakukan dengan melibatkan berbagai tim, termasuk anestesi, radiologi, dan tim bedah jantung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Diracun? Tim Forensik Temukan Kafein Tinggi Picu Penyakit Jantung di Jasad Sutrimo

Bukan Diracun? Tim Forensik Temukan Kafein Tinggi Picu Penyakit Jantung di Jasad Sutrimo

News | Rabu, 30 September 2026 | 16:25 WIB

Jantung Bisa Bermasalah Tanpa Gejala, Kenali Tanda yang Tak Boleh Diabaikan

Jantung Bisa Bermasalah Tanpa Gejala, Kenali Tanda yang Tak Boleh Diabaikan

Health | Selasa, 29 September 2026 | 17:01 WIB

Jantung Butuh Energi? Kenali 4 Nutrisi Penting untuk Jaga Kesehatan Kardiovaskular dari Tingkat Sel

Jantung Butuh Energi? Kenali 4 Nutrisi Penting untuk Jaga Kesehatan Kardiovaskular dari Tingkat Sel

Health | Kamis, 24 September 2026 | 15:42 WIB

Terkini

AiMOGA Perusahaan Robotik Chery Group Kembangkan Kursi Roda dengan Fitur Navigasi Otomatis

AiMOGA Perusahaan Robotik Chery Group Kembangkan Kursi Roda dengan Fitur Navigasi Otomatis

Otomotif | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:47 WIB

Merapat ke Istana Pakai Jas Lengkap, Menlu Sugiono Buka Suara Soal Isu Geser Jadi Menko PMK

Merapat ke Istana Pakai Jas Lengkap, Menlu Sugiono Buka Suara Soal Isu Geser Jadi Menko PMK

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:47 WIB

Jakarta Darurat Influenza-DBD: RSUD Kewalahan, DPRD Desak RS Swasta Segera Buka Layanan BPJS!

Jakarta Darurat Influenza-DBD: RSUD Kewalahan, DPRD Desak RS Swasta Segera Buka Layanan BPJS!

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:46 WIB

BPS Akui MBG Bikin Harga Daging Ayam Makin Mahal

BPS Akui MBG Bikin Harga Daging Ayam Makin Mahal

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:43 WIB

Rosemary Oil Apakah Bisa Menumbuhkan Rambut? Begini Faktanya

Rosemary Oil Apakah Bisa Menumbuhkan Rambut? Begini Faktanya

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:43 WIB

Ekspansi Tanpa Henti: Alasan Bos Nissan Risau dengan Progres Pabrikan Mobil China

Ekspansi Tanpa Henti: Alasan Bos Nissan Risau dengan Progres Pabrikan Mobil China

Otomotif | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:43 WIB

Kenapa Prabowo Hanya Ajukan Komjen Suyudi Jadi Calon Tunggal Kapolri? Ini Penjelasan Puan

Kenapa Prabowo Hanya Ajukan Komjen Suyudi Jadi Calon Tunggal Kapolri? Ini Penjelasan Puan

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Bukan Isu, 15 'Tuan Guru' di NTB Terseret Kasus Kekerasan Seksual Santri

Bukan Isu, 15 'Tuan Guru' di NTB Terseret Kasus Kekerasan Seksual Santri

Bali | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK

Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:39 WIB

3 Cara Dopamine Detox di Rumah untuk Pemulihan Mental Pekerja Sibuk

3 Cara Dopamine Detox di Rumah untuk Pemulihan Mental Pekerja Sibuk

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 13:38 WIB

×