Viral Bayi 24 Hari Meninggal Usai Diberi Telur Mentah, Ini Penjelasan Medisnya

M Nurhadi

Senin, 12 Oktober 2026 | 07:35 WIB
Viral Bayi 24 Hari Meninggal Usai Diberi Telur Mentah, Ini Penjelasan Medisnya
Ilustrasi bayi. (Pexels/Lisa from Pexels)
baca 10 detik
  • Bayi berusia 24 hari meninggal dunia di RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada Minggu (11/10/2026) setelah diberi telur mentah.
  • Nenek korban memberikan telur mentah saat bayi demam tanpa pengawasan ibu untuk menurunkan suhu tubuh secara tradisional.
  • Pemberian telur mentah pada bayi di bawah enam bulan sangat berbahaya karena pencernaan belum sempurna dan berisiko bakteri.

Suara.com - Bayi berusia 24 hari berinisial A dilaporkan meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (11/10/2026) pagi pukul 07.10 WIB.

Peristiwa tersebut terjadi setelah korban sempat mendapatkan perawatan intensif selama tiga hari pascadiduga diberikan asupan telur mentah oleh pihak keluarga.

Insiden ini sempat menyita perhatian publik di media sosial setelah pihak keluarga membagikan kisah tersebut guna mencari bantuan penanganan medis.

Menurut informasi yang dihimpun, bayi A awalnya mengalami kenaikan suhu tubuh atau demam. Di tengah kondisi tersebut, nenek korban diduga memberikan telur mentah saat bayi berada di luar pengawasan sang ibu, dengan kepercayaan tradisional bahwa bahan tersebut dapat menurunkan panas.

Setelah pemberian telur mentah tersebut, kondisi kesehatan bayi A justru memburuk hingga mengalami kejang sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan darurat.

Humas RSUD Dr. Soetomo membenarkan bahwa pasien bayi A telah meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di ruang perawatan khusus.

Kendati demikian, pihak manajemen rumah sakit menyatakan belum dapat menyampaikan secara rinci mengenai penyebab pasti kematian maupun hasil pemeriksaan medis lanjutan terkait hubungan kausalitas langsung antara konsumsi telur mentah dan kondisi akhir pasien.

Risiko Medis Pemberian Makanan Padat pada Bayi Baru Lahir

Secara medis, bayi berusia di bawah enam bulan dilarang keras diberikan makanan padat atau telur dalam bentuk apa pun, terutama dalam kondisi mentah. Para ahli medis menggarisbawahi beberapa risiko utama pemberian makanan dini pada bayi:

baca juga
  1. Sistem Pencernaan Belum Sempurna: Organ pencernaan, enzim pengurai protein, dan dinding usus bayi baru lahir belum terbentuk secara matang. Pada rentang usia di bawah enam bulan, bayi hanya boleh mengonsumsi Air Susu Ibu (ASI) eksklusif atau susu formula khusus sesuai rekomendasi medis.
  2. Bahaya Kontaminasi Bakteri: Penggunaan telur mentah memiliki risiko tinggi paparan bakteri Salmonella yang dapat memicu infeksi sistemik berat, dehidrasi parah, kondisi syok, hingga kegagalan fungsi organ.
  3. Risiko Kerusakan Saluran Cerna: Pemberian asupan padat pada bayi baru lahir berpotensi memicu peradangan usus, luka, penyumbatan, hingga kebocoran usus yang berdampak fatal bagi keselamatan jiwa.

Sesuai panduan medis, bahan makanan seperti telur baru boleh diperkenalkan kepada anak saat memasuki usia enam bulan sebagai bagian dari Makanan Pendamping ASI (MPASI), dengan ketentuan harus dimasak hingga matang sempurna.

Lebih rinci lagi, telur mentah atau setengah matang sering kali terkontaminasi oleh bakteri Salmonella. Bakteri ini bisa berada di luar cangkang telur akibat kotoran ayam, maupun di dalam kuning/putih telur sejak telur tersebut terbentuk di dalam tubuh ayam.

Pada orang dewasa sehat, infeksi Salmonella mungkin hanya menyebabkan diare atau kram perut yang bisa sembuh sendiri. Namun pada bayi, dampaknya bisa jauh lebih fatal.

Mengapa Bisa Menyebabkan Kematian pada Bayi?

Infeksi Salmonella pada bayi dapat berkembang dengan sangat cepat menjadi kondisi medis darurat berikut:

  • Dehidrasi Berat: Gejala utama infeksi ini adalah muntah-muntah dan diare parah (terkadang berdarah). Bayi memiliki volume tubuh yang kecil, sehingga kehilangan sedikit cairan saja dapat menyebabkan dehidrasi berat dalam hitungan jam. Jika tidak segera ditangani, dehidrasi berat memicu syok hipovolemik (kegagalan sirkulasi darah) yang berujung pada kematian.
  • Bakteremia dan Sepsis: Karena sistem imun bayi masih lemah, bakteri Salmonella dapat dengan mudah menembus dinding usus dan masuk ke dalam aliran darah (bakteremia). Ketika bakteri menyebar ke seluruh tubuh, hal ini memicu sepsis, yaitu respons peradangan ekstrem di seluruh tubuh yang dapat menyebabkan kegagalan fungsi organ multisistem dan kematian mendadak.
  • Meningitis: Aliran darah yang terkontaminasi bakteri dapat membawa Salmonella hingga ke otak, menyebabkan infeksi selaput otak (meningitis). Kondisi ini sangat mematikan bagi bayi atau dapat meninggalkan cacat neurologis permanen.

DISCLAIMER: Artikel ini disajikan murni untuk pemenuhan hak informasi publik mengenai peristiwa medis dan edukasi kesehatan masyarakat. Seluruh rincian kronologi, keterangan waktu, dan pernyataan rumah sakit dikutip secara presisi dari konfirmasi resmi RSUD Dr. Soetomo serta rujukan medis terkait.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Makan Telur Mentah Apakah Aman untuk Kesehatan? Ini Faktanya

Makan Telur Mentah Apakah Aman untuk Kesehatan? Ini Faktanya

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 06:57 WIB

Tak Merasa Salah! Karyawan SPPG Bikin Parodi Amnesia MBG Tolak Minta Maaf, Anggota DPD: Pecat!

Tak Merasa Salah! Karyawan SPPG Bikin Parodi Amnesia MBG Tolak Minta Maaf, Anggota DPD: Pecat!

Video | Minggu, 11 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Anggota Parlemen Jepang yang Viralkan Turis Indonesia Punya Rekam Jejak Rasis

Anggota Parlemen Jepang yang Viralkan Turis Indonesia Punya Rekam Jejak Rasis

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 17:33 WIB

Viral Turis Indonesia Kasih Makan Rusa di Jepang Pakai Sampah Plastik, Sempat Dikira Warga Malaysia

Viral Turis Indonesia Kasih Makan Rusa di Jepang Pakai Sampah Plastik, Sempat Dikira Warga Malaysia

Entertainment | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 17:15 WIB

Ceramah Ustaz Abdul Somad Viral Singgung Ijazah Mesir-Maroko Tak Dihargai: Saya Akan Lawan!

Ceramah Ustaz Abdul Somad Viral Singgung Ijazah Mesir-Maroko Tak Dihargai: Saya Akan Lawan!

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 11:49 WIB

Klarifikasi Video Viral, Betrand Peto Sebut Email Miliknya Diretas

Klarifikasi Video Viral, Betrand Peto Sebut Email Miliknya Diretas

Entertainment | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 11:32 WIB

Terkini

Viral Bayi 24 Hari Meninggal Usai Diberi Telur Mentah, Ini Penjelasan Medisnya

Viral Bayi 24 Hari Meninggal Usai Diberi Telur Mentah, Ini Penjelasan Medisnya

Health | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:35 WIB

Ngenes! Prabowo Tambah Pejabat, Transfer ke DIY Malah Susut Rp910 Miliar

Ngenes! Prabowo Tambah Pejabat, Transfer ke DIY Malah Susut Rp910 Miliar

Jogja | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:33 WIB

Tolak Hapus Video, Wartawan TV One Diduga Dianiaya Oknum Polisi

Tolak Hapus Video, Wartawan TV One Diduga Dianiaya Oknum Polisi

Sulsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:30 WIB

Dugaan Pelanggaran HAM dalam Program MBG, Apa Saja Masalahnya?

Dugaan Pelanggaran HAM dalam Program MBG, Apa Saja Masalahnya?

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:27 WIB

Listrik Jateng Surplus 2.800 MW, WALHI Pertanyakan Urgensi PLTP Gunung Ungaran

Listrik Jateng Surplus 2.800 MW, WALHI Pertanyakan Urgensi PLTP Gunung Ungaran

Jawa Tengah | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:24 WIB

Survei CELIOS: 75 Persen Masyarakat Stres akibat Kebijakan Pemerintah, 67 Persen Soroti Prabowo

Survei CELIOS: 75 Persen Masyarakat Stres akibat Kebijakan Pemerintah, 67 Persen Soroti Prabowo

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:17 WIB

Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029

Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:17 WIB

Hiromu Tanaka Tampil Beringas Saat Lumpuhkan PSM Makassar

Hiromu Tanaka Tampil Beringas Saat Lumpuhkan PSM Makassar

Sulsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 07:11 WIB

Makan Telur Mentah Apakah Aman untuk Kesehatan? Ini Faktanya

Makan Telur Mentah Apakah Aman untuk Kesehatan? Ini Faktanya

Lifestyle | Senin, 12 Oktober 2026 | 06:57 WIB

Sassuolo Tahan AC Milan 1-1, Jay Idzes Masih Absen karena Cedera

Sassuolo Tahan AC Milan 1-1, Jay Idzes Masih Absen karena Cedera

Bola | Senin, 12 Oktober 2026 | 06:37 WIB

×