5. Berikan Contoh dan Apresiasi Kebiasaan Baik Anak
Anak cenderung belajar dari perilaku orang-orang di sekitarnya. Karena itu, orang tua perlu menunjukkan kebiasaan yang sama, seperti membawa tas belanja sendiri, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan memilah sampah.
Apresiasi sederhana ketika anak melakukan kebiasaan tersebut juga dapat membantu membangun motivasi. Fokusnya bukan menuntut anak selalu sempurna, melainkan membantunya memahami dan menjalankan kebiasaan baik secara bertahap.
Anak Bisa Menjadi Penggerak di Lingkungannya
Pembiasaan peduli lingkungan juga dapat diperluas melalui kegiatan di sekolah. Anak tidak hanya belajar mengelola sampah untuk dirinya sendiri, tetapi juga dapat mengajak teman sebaya menerapkan kebiasaan serupa.

Salah satu inisiatif yang mendorong peran tersebut adalah program #BijakPlastikSejakDini yang diinisiasi Mondelz Indonesia. Memasuki tahun keenam pada 2026, program ini mengembangkan peran siswa sebagai duta yang diharapkan dapat menjadi contoh dan menginspirasi lingkungan sekitarnya.
Hingga Juni 2026, program tersebut telah menjangkau 23 sekolah dan melibatkan lebih dari 5.700 siswa. Dalam periode 2021 hingga Juni 2026, sebanyak 50,2 ton sampah plastik berhasil dikumpulkan.
Kepedulian terhadap lingkungan pada akhirnya tidak harus dimulai melalui kegiatan besar. Membawa botol minum sendiri, memilah sampah, dan menggunakan barang dengan bijak bisa menjadi langkah sederhana yang dikenalkan kepada anak setiap hari.