Hadapi Risiko Bencana, Kesiapsiagaan Layanan Kesehatan Harus Diperkuat

Dinda Rachmawati

Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:43 WIB
Hadapi Risiko Bencana, Kesiapsiagaan Layanan Kesehatan Harus Diperkuat
Petugas berupaya memadamkan kebakaran lahan yang mendekati kawasan permukiman warga di Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (9/10/2026). [ANTARA FOTO/Auliya Rahman/wsj]
baca 10 detik
  • Kementerian Kesehatan menyatakan Indonesia memerlukan kesiapsiagaan tinggi guna menghadapi berbagai ancaman bencana alam.
  • Chandra Asri Group dan Yayasan Bakti Barito menyerahkan seratus unit tenda darurat kepada Kementerian Kesehatan.
  • Bantuan tenda tersebut berfungsi memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana di lapangan.

Suara.com - Bencana dapat terjadi kapan saja dan sering kali datang dengan kondisi yang sulit diprediksi. Ketika situasi darurat terjadi, kebutuhan masyarakat bukan hanya soal evakuasi dan tempat berlindung, tetapi juga akses terhadap layanan kesehatan yang tetap bisa berjalan.

Dalam kondisi seperti itu, ketersediaan fasilitas pendukung menjadi salah satu bagian penting dari kesiapsiagaan. Ruang pelayanan kesehatan bisa saja terdampak, sementara jumlah masyarakat yang membutuhkan pertolongan justru meningkat. 

Untuk itu, fasilitas yang dapat digunakan secara fleksibel di lapangan dibutuhkan untuk membantu tenaga kesehatan memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak.

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Sumarjaya, mengatakan kesiapsiagaan menjadi hal yang penting mengingat Indonesia memiliki risiko bencana yang cukup tinggi.

“Indonesia merupakan negara yang memiliki risiko bencana, sehingga kesiapsiagaan perlu terus diperkuat melalui berbagai upaya, termasuk memastikan ketersediaan fasilitas pendukung yang memadai,” ujar Sumarjaya.

Menurutnya, dalam situasi darurat, fasilitas seperti tenda pelayanan kesehatan dapat membantu memenuhi kebutuhan layanan di lapangan. Keberadaannya juga memungkinkan pelayanan tetap diberikan ketika masyarakat membutuhkan pertolongan di tengah keterbatasan fasilitas.

Kesiapan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Kolaborasi dengan dunia usaha dan berbagai pemangku kepentingan juga dibutuhkan agar respons terhadap bencana dapat dilakukan secara lebih cepat dan terkoordinasi.

Hal inilah yang menjadi salah satu perhatian dalam dukungan Chandra Asri Group bersama Yayasan Bakti Barito (YBB) kepada Kementerian Kesehatan RI melalui Pusat Krisis Kesehatan.

Sebanyak 100 unit tenda pelayanan kesehatan disiapkan untuk mendukung kebutuhan layanan kesehatan dalam situasi darurat.

baca juga

Bantuan tersebut terdiri dari 50 unit tenda berukuran 4 x 6 meter dan 50 unit berukuran 4 x 8 meter. Tenda dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas pendukung pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan di lapangan, termasuk menjadi ruang layanan tambahan ketika fasilitas kesehatan yang tersedia tidak mencukupi.

“Kami mengapresiasi kontribusi Chandra Asri Group bersama Yayasan Bakti Barito melalui penyerahan 100 unit tenda pelayanan kesehatan ini. Kami berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan mendukung kesiapan pelayanan kesehatan dalam merespons situasi bencana,” kata Sumarjaya.

Direktur Legal, External Affairs & Circular Economy Chandra Asri Group, Edi Rivai, menilai kerja sama lintas pihak menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.

“Kesiapsiagaan bencana membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan,” kata Edi.

Ia berharap dukungan fasilitas tersebut dapat digunakan secara optimal sesuai kebutuhan di lapangan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pada akhirnya, kesiapsiagaan bukan hanya tentang seberapa cepat bantuan datang setelah bencana terjadi. Lebih dari itu, kesiapan juga berarti memastikan berbagai fasilitas pendukung telah tersedia sehingga layanan penting, termasuk kesehatan, tetap dapat diberikan ketika masyarakat berada dalam kondisi paling membutuhkan.

Dengan dukungan berbagai pihak, kapasitas pelayanan kesehatan diharapkan semakin siap menghadapi situasi darurat, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses maupun fasilitas kesehatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bencana Asap dan Moral: Dana Siap Pakai Kebencanaan Perlu Guardrail Digital

Bencana Asap dan Moral: Dana Siap Pakai Kebencanaan Perlu Guardrail Digital

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:25 WIB

Rehabilitasi 121 Faskes Pascabencana Sumatera Dikebut, Progres Capai 74,4 Persen

Rehabilitasi 121 Faskes Pascabencana Sumatera Dikebut, Progres Capai 74,4 Persen

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Bahaya Asal Sebar Video Bencana di Medsos, Niat Baik yang Bisa Berujung Kepanikan Massal

Bahaya Asal Sebar Video Bencana di Medsos, Niat Baik yang Bisa Berujung Kepanikan Massal

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:36 WIB

Terkini

Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% Hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir

Pasar Nikel Global Diproyeksi Tumbuh 21,39% Hingga 2031, Hilirisasi Didorong Garap Produk Akhir

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:40 WIB

Elektabilitas Prabowo Kalah Telak dari Gibran di Survei SMRC, Ini Pemicunya

Elektabilitas Prabowo Kalah Telak dari Gibran di Survei SMRC, Ini Pemicunya

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:35 WIB

Meracik Ulang Cinta dan Menyembuhkan Luka dalam Toko Obat Cinta Keluarga Botero

Meracik Ulang Cinta dan Menyembuhkan Luka dalam Toko Obat Cinta Keluarga Botero

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Ekonomi Lagi Sulit? Yuk Ubah Mindset dan Lepaskan Gengsi

Ekonomi Lagi Sulit? Yuk Ubah Mindset dan Lepaskan Gengsi

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:20 WIB

Guru Ngaji di Kampar Diduga Cabuli Bocah Laki-laki dan Perempuan

Guru Ngaji di Kampar Diduga Cabuli Bocah Laki-laki dan Perempuan

Riau | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:19 WIB

Komnas Perempuan Desak Kemendagri Tegur Bupati Tasikmalaya Soal Jalsah Salanah Ahmadiyah

Komnas Perempuan Desak Kemendagri Tegur Bupati Tasikmalaya Soal Jalsah Salanah Ahmadiyah

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Tiket Screening Beautiful Pain di Medan Sold Out, Kisah Niken Usai Perceraian Bikin Penasaran

Tiket Screening Beautiful Pain di Medan Sold Out, Kisah Niken Usai Perceraian Bikin Penasaran

Sumut | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:09 WIB

Refleksi Buku Mahar Bidadari Surga: Pengingat untuk Terus Memperbaiki Diri

Refleksi Buku Mahar Bidadari Surga: Pengingat untuk Terus Memperbaiki Diri

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Kenapa HP Samsung Restart Sendiri? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya Menurut Panduan Resmi

Kenapa HP Samsung Restart Sendiri? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya Menurut Panduan Resmi

Tekno | Minggu, 18 Oktober 2026 | 09:52 WIB

Kasus ISPA di Balikpapan dan Samarinda Jadi Sorotan, Kaltim Siagakan Puskesmas

Kasus ISPA di Balikpapan dan Samarinda Jadi Sorotan, Kaltim Siagakan Puskesmas

Kaltim | Minggu, 18 Oktober 2026 | 09:48 WIB

×