- Bibir kering terjadi karena struktur bibir tidak memiliki kelenjar minyak alami untuk menjaga kelembapan permukaan.
- Faktor pemicu meliputi udara kering, sinar matahari, kebiasaan menjilati bibir, kosmetik iritatif, serta kondisi kesehatan.
- Penanganan mandiri dapat menggunakan pelembap bibir khusus, dan konsultasikan ke dokter jika tidak membaik.
Suara.com - Bibir kering dan pecah-pecah tidak selalu menandakan tubuh kekurangan cairan, terutama jika kebiasaan minum air putih sudah terpenuhi setiap hari.
Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, kebiasaan sehari-hari, hingga penggunaan produk perawatan bibir yang memicu iritasi.
Bibir juga memiliki karakteristik berbeda dari kulit wajah sehingga lebih mudah kehilangan kelembapan ketika terpapar udara kering atau sinar matahari.
Untuk mengetahui penyebabnya, penting memahami bahwa menjaga hidrasi tubuh saja terkadang belum cukup untuk mempertahankan kelembapan bibir.
Kenapa Bibir Kering dan Pecah-Pecah Padahal Sudah Banyak Minum?
Bibir kering atau chapped lips merupakan kondisi ketika permukaan bibir kehilangan kelembapan sehingga terasa kasar, mengelupas, bahkan mengalami retakan.
Minum air yang cukup memang membantu mencegah dehidrasi, tetapi tidak otomatis mengatasi semua faktor yang menyebabkan bibir kehilangan kelembapan.
Salah satu alasannya adalah struktur bibir yang lebih rentan dibandingkan kulit di bagian tubuh lainnya. Bibir tidak memiliki kelenjar minyak seperti kulit pada umumnya, sehingga tidak dapat menghasilkan minyak alami untuk membantu mempertahankan kelembapan.
Akibatnya, permukaan bibir lebih mudah kering ketika menghadapi perubahan cuaca atau paparan zat yang mengiritasi.
Ada beberapa faktor yang dapat menjelaskan mengapa bibir tetap kering meskipun sudah banyak minum.
1. Udara kering dan paparan sinar matahari
Berada di ruangan berpendingin udara dalam waktu lama dapat membuat kelembapan udara berkurang dan mempercepat penguapan air dari permukaan bibir.
Kondisi serupa juga dapat terjadi ketika cuaca panas, berangin, atau terlalu dingin. Paparan sinar ultraviolet tanpa perlindungan turut berpotensi merusak permukaan bibir dan memicu peradangan.
2. Kebiasaan menjilati atau menggigit bibir
Menjilati bibir mungkin terasa membantu ketika permukaannya mulai kering. Namun, efeknya hanya sementara karena air liur akan menguap dan dapat meninggalkan bibir dalam kondisi lebih kering.
Enzim dalam air liur juga berpotensi mengiritasi kulit bibir. Sementara itu, menggigit atau mengelupas kulit bibir dapat memperparah luka dan memperlambat pemulihan.
3. Penggunaan kosmetik yang memicu iritasi
Lipstik, lip balm, pasta gigi, atau produk perawatan tertentu dapat menimbulkan reaksi iritasi maupun alergi pada sebagian orang.
Pewangi, perasa, dan bahan tertentu yang memberikan sensasi dingin atau menyengat dapat memperburuk kondisi bibir sensitif. Jika bibir mulai terasa panas, gatal, atau perih setelah menggunakan produk baru, hentikan pemakaiannya sementara.
4. Kekurangan nutrisi tertentu
Kekurangan zat gizi, seperti zat besi atau vitamin B tertentu, dapat berkaitan dengan masalah pada bibir dan sudut mulut.
Meski demikian, bibir kering saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami kekurangan vitamin atau mineral. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan apabila keluhan disertai gejala lain atau berlangsung lama.
5. Kondisi kesehatan dan efek obat
Eksim, alergi, infeksi, serta peradangan bibir atau cheilitis dapat menyebabkan bibir terus-menerus kering dan pecah-pecah.
Beberapa obat juga berpotensi menimbulkan efek samping berupa kekeringan pada kulit dan bibir. Karena itu, keluhan yang tidak membaik sebaiknya tidak hanya ditangani dengan menambah konsumsi air.
Untuk membantu mengatasi bibir kering, gunakan pelembap bibir tanpa pewangi yang mengandung petrolatum atau bahan pelindung sejenis.
Pilih lip balm dengan perlindungan matahari ketika beraktivitas di luar ruangan, hindari menjilati bibir, dan hentikan produk yang menimbulkan iritasi.
Apabila bibir tidak membaik setelah dua hingga tiga minggu perawatan mandiri, sering berdarah, mengalami pembengkakan, atau terasa sangat nyeri, konsultasikan kepada dokter. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab yang mendasari dan menentukan penanganan yang tepat.