Virus Misterius Shamonda Ditemukan Menginfeksi Manusia

M Nurhadi

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 18:24 WIB
Virus Misterius Shamonda Ditemukan Menginfeksi Manusia
Ilustrasi virus (pixabay/geralt)
baca 10 detik
  • Otoritas kesehatan Prancis dan Eropa menyelidiki kasus infeksi virus Shamonda pertama pada manusia yang meninggal dunia.
  • Virus yang biasanya menyerang hewan ternak tersebut ditularkan melalui gigitan serangga dan belum terbukti menular antarmanusia.
  • Pakar memastikan risiko penularan virus terhadap masyarakat umum tergolong sangat rendah tanpa ancaman sistemik luas.

Suara.com - Kasus terkonfirmasi pertama infeksi virus Shamonda pada manusia ditemukan di Prancis. Otoritas kesehatan setempat bersama lembaga medis Eropa tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan apakah paparan virus tersebut berkontribusi terhadap kematian pasien.

Virus Shamonda merupakan bagian dari kelompok bunyavirus yang umumnya ditularkan melalui gigitan serangga penggigit (midges) terinfeksi. Berdasarkan data Badan Kesehatan dan Keamanan Pangan Austria, virus ini sebelumnya dikenal menginfeksi hewan ternak seperti sapi, domba, dan kambing dengan gejala diare, penurunan nafsu makan, penurunan produksi susu, hingga memicu keguguran serta kelainan bawaan pada hewan yang baru lahir.

Selain pada ternak kecil, materi genetik virus Shamonda juga sempat terdeteksi pada otak kuda yang mati akibat gangguan saraf di Swiss dan Jerman.

Meskipun telah teridentifikasi pada hewan ternak di luar Eropa sejak beberapa tahun lalu, jangkauan virus ini baru terdeteksi pada ternak di benua Eropa dalam beberapa waktu terakhir. Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) mengonfirmasi bahwa pasien di Prancis tersebut merupakan kasus infeksi pertama yang tercatat terjadi pada manusia.

ECDC mencatat bahwa pasien tersebut sebelumnya telah mengidap penyakit berat dan mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh (immunocompromised). Kondisi ini menyebabkan tim medis belum dapat menyimpulkan secara pasti sejauh mana peran virus Shamonda dalam memicu kematian pasien.

"Penyelidikan untuk menentukan apakah virus tersebut menjadi penyebab utama atau berkontribusi terhadap kematian pasien, serta bagaimana mekanisme penularannya, saat ini masih berlangsung," tulis pernyataan resmi ECDC.

Tanggapan Pakar dan Tingkat Risiko Publik

Merespons temuan ini, Direktur Pandemic Institute di University of Liverpool, Prof. Tom Solomon, menyatakan bahwa risiko penularan terhadap masyarakat umum tergolong sangat rendah.

Menurutnya, meskipun virus ini telah bersirkulasi pada hewan ternak seperti sapi, domba, kambing, kuda, hingga alpaka selama bertahun-tahun, baru kali ini ditemukan kasus infeksi pada manusia. Hal tersebut mengindikasikan bahwa transmisi dari hewan ke manusia merupakan peristiwa yang sangat jarang terjadi.

baca juga

Kendati demikian, para ahli mengakui masih terdapat sejumlah ketidakpastian ilmiah terkait karakteristik virus ini pada tubuh manusia, termasuk ada atau tidaknya infeksi tanpa gejala (asimptomatik) pada individu sehat, spektrum gejala umum yang ditimbulkan, hingga frekuensi keparahan penyakit.

Otoritas kesehatan Prancis dalam laporan The Guardian, menduga komplikasi neurologis yang dialami pasien kemungkinan besar berkaitan dengan infeksi tersebut, meskipun investigasi lanjutan masih berjalan. Pakar menilai satu kasus terisolasi pada pasien berisiko tinggi tidak serta-merta mengindikasikan ancaman sistemik bagi populasi yang lebih luas.

Senada dengan hal tersebut, Dr. Ben Brennan dari MRC-University of Glasgow Centre for Virus Research menambahkan bahwa hingga saat ini belum ditemukan bukti adanya penularan berkelanjutan antarmanusia (human-to-human transmission). Penemuan ini dipandang sebagai bentuk kewaspadaan surveilans medis yang perlu dilanjutkan, tanpa memerlukan perubahan aktivitas harian maupun penanganan khusus bagi masyarakat umum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Shamonda Virus? Terdeteksi pada Manusia untuk Kali Pertama

Apa Itu Shamonda Virus? Terdeteksi pada Manusia untuk Kali Pertama

Health | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:32 WIB

Virus Mematikan Serang Belanda, Sudah 3 Orang Meninggal Dunia Setelah Terinfeksi

Virus Mematikan Serang Belanda, Sudah 3 Orang Meninggal Dunia Setelah Terinfeksi

News | Jum'at, 11 September 2026 | 15:25 WIB

Canggih, Lampu Kabin Mobil Hyundai Bisa Musnahkan Bakteri: Begini Cara Kerjanya

Canggih, Lampu Kabin Mobil Hyundai Bisa Musnahkan Bakteri: Begini Cara Kerjanya

Otomotif | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:59 WIB

Tragedi Ebola Kongo: Disangka Virus Hoaks Hingga Kehilangan Seluruh Keluarga

Tragedi Ebola Kongo: Disangka Virus Hoaks Hingga Kehilangan Seluruh Keluarga

News | Senin, 25 Mei 2026 | 13:12 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Rumah Sakit Ebola di Kongo Dibakar Keluarga Pasien Terjangkit, Dilarang Bawa Jenazah Keluar RS

Rumah Sakit Ebola di Kongo Dibakar Keluarga Pasien Terjangkit, Dilarang Bawa Jenazah Keluar RS

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:03 WIB

Terkini

4 Ampoule Korea Hyaluronic Acid Lembapnya Tahan Lama agar Skin Barrier Kuat

4 Ampoule Korea Hyaluronic Acid Lembapnya Tahan Lama agar Skin Barrier Kuat

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 18:20 WIB

Wantimpres Diisi Banyak Tokoh Nasional, Prabowo Beri Sanjungan: Ngeri

Wantimpres Diisi Banyak Tokoh Nasional, Prabowo Beri Sanjungan: Ngeri

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 18:19 WIB

Kekayaan Cristiano Ronaldo 2026: Per Detik Rp137 Ribu, Per Menit Rp8 Juta

Kekayaan Cristiano Ronaldo 2026: Per Detik Rp137 Ribu, Per Menit Rp8 Juta

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Menembus Medan Flores, Menemukan Semangat Belajar Anak-anak di Pedalaman

Menembus Medan Flores, Menemukan Semangat Belajar Anak-anak di Pedalaman

Lifestyle | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Lapor ke Prabowo, Kapolri Ungkap Belasan Korporasi Jadi Tersangka Karhutla hingga Asing Disinggung

Lapor ke Prabowo, Kapolri Ungkap Belasan Korporasi Jadi Tersangka Karhutla hingga Asing Disinggung

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 18:15 WIB

243 Orang dan 13 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla, Lahan Terbakar Tembus 35 Ribu Hektar

243 Orang dan 13 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla, Lahan Terbakar Tembus 35 Ribu Hektar

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 18:12 WIB

Rekomendasi HP 5G Terbaik untuk Pemakaian Jangka Panjang: Awet Performa dan Baterai Badak

Rekomendasi HP 5G Terbaik untuk Pemakaian Jangka Panjang: Awet Performa dan Baterai Badak

Tekno | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Sekolah di Rumpin Dibobol Maling, Sejumlah Laptop dan Peralatan Elektronik Raib

Sekolah di Rumpin Dibobol Maling, Sejumlah Laptop dan Peralatan Elektronik Raib

Bogor | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 18:03 WIB

Mulut Kotor Donald Trump Serang Rival Demokrat di Pilpres Senat AS

Mulut Kotor Donald Trump Serang Rival Demokrat di Pilpres Senat AS

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:59 WIB

Kinerja Positif, Bank Mandiri Catat Laba Rp45,5 Triliun

Kinerja Positif, Bank Mandiri Catat Laba Rp45,5 Triliun

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:56 WIB

×