Indotnesia - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H Laoly menyinggung persoalan persengketaan merek dagang antara MS Glow dan PS Glow. Menurutnya, konflik tersebut akibat terlambatnya pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) sejak dini.
Kasus serupa ternyata sering terjadi, di mana pengusaha tidak menyadari setelah bisnis berkembang, ada pihak lain yang mendaftarkan hak cipta merek dagang.
Hal tersebut ia ungkapkan ketika bertemu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam acara Roving Seminar Kekayaan Intelektual di Yogyakarta, Kamis (21/07/2022).
“Karenanya kami mengajak bersinergi dengan pemerintah daerah dan kementerian lembaga untuk terus agar sadar pentingnya mendaftarkan hak kekayaan intelektual," ujarnya.
HAKI telah dijamin oleh pemerintah melalui PP No.24 Tahun 2022 mengenai Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 24 tahun 2019 mengenai Ekonomi Kreatif pada 12 Juli 2022 lalu.
Lalu, bagaimana alur pendaftaran merek baru untuk dagang?
Mengutip situs resmi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM, berikut prosedur pendaftaran merek baru secara online:
1. Registrasi akun di merek.dgip.go.id
2. Klik “tambah” untuk membuat permohonan baru
Baca Juga: Tak Punya Empati, Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Otak Psikopat?
3. Pesan “kode billing” dengan mengisi tipe, jenis, dan pilihan kelas
4. Lakukan pembayaran sesuai tagihan pada aplikasi SIMPAKI
5. Isi seluruh formulir yang tersedia
6. Unggah data dukung yang dibutuhkan
7. Jika dirasa semua sudah diisi dengan benar, selanjutnya “klik selesai”
Beberapa syarat permohonan merek baru adalah sebagai berikut: