Indotnesia - Film The Woman King besutan sutradara Gina Prince-Bythewood resmi mulai tayang pada hari ini, Rabu (5/10/2022) di bioskop CGV seluruh Indonesia.
Film berdurasi 135 menit ini sebelumnya sudah rilis perdana pada 9 September 2022 dalam Festival Film Internasional Toronto.
Dibintangi oleh Viola Davis, Thuso Mbedu, Lashana Lynch, dan Sheila Atim mengusung genre drama-laga yang menceritakan tentang perjuangan para prajurit wanita tangguh.
Penasaran dengan alur ceritanya? Berikut ini sinopsis film The Woman King.
Sinopsis Film The Woman King
Film The Woman King merupakan film sejarah yang menceritakan tentang Agojie, satuan prajurit wanita Kerajaan Dahomey di Afrika Barat selama abad ke-17 hingga ke-19.
Dalam film ini, mengusung kisah Jenderal Nanisca yang diperankan oleh Viola Davis bersama dengan para Agojie berjuang untuk membebaskan para perempuan Dahomey yang diculik oleh penjual budak dari Kekaisaran Oyo.
Jenderal Nanisca adalah pemimpin kelompok Agojie. Dalam misinya menyelamatkan para perempuan Dahomey, ia juga mulai melatih generasi baru prajurit untuk bergabung dengan Agojie dalam melindungi kerajaan.
Semangat para Agojie tersebut memprovokasi Raja Ghezo (John Boyega) dari Dahomey untuk mempersiapkan perang besar-besaran dengan Oyo.
Baca Juga: Buntut Kasus KDRT, Rizky Billar Dipecat Sebagai Host Acara TV
Mengusung latar tahun 1800-an, para Agojie yang dipimpin oleh Jenderal Nanisca kerap berlatih dengan keterampilan dan ketangkasan dalam melawan musuh hingga strategi perlawanannya termasuk paling kuat dan sulit ditebak.
Meski mengusung latar ratusan tahun lalu, film yang diadaptasi dari cerita Stevens dan Maria Bello pada 2015 ini memiliki isu yang dekat dengan peristiwa saat ini, yaitu berkaitan tentang hak dan perjuangan perempuan dalam melawan penindasan.
Lewat film ini, dapat menjadi pengingat sekaligus inspirasi bagi para perempuan korban pemerkosaan untuk bersuara, memantik keberanian bagi mereka yang masih tidak mampu memilih jalan hidupnya, serta menginspirasi mereka yang ingin merdeka dari segala ketidakadilan dan keterbatasan.
Sedangkan keberadaan Agojie, diduga pernah ada meski asal usulnya tidak didokumentasikan secara lengkap. Meski begitu, para peneliti menduga mereka lahir karena kebutuhan yang dibentuk pada masa Kerajaan Dahomey.
Para Agojie menentang perbudakan dengan merekrut dan melibatkan para wanita dalam jajaran militer. Mereka juga merekrut wanita yang belum menikah bisa terdaftar.
Penasaran dengan film yang sarat akan makna dan diadaptasi dari kisah nyata ini? Simak keseluruhan ceritanya di seluruh bioskop kesayangan kamu!