Indotnesia - Seringkali kita menyepelekan waktu makan, terutama pada saat sarapan maupun melakukan makan malam dengan jam yang tidak beraturan.
Padahal, tubuh memiliki jam alami untuk mencerna makanan dan menyerap semua nutrisi, sehingga tidak dapat dilakukan secara sembarangan.
Oleh karena itu, agar tidak mengundang penyakit serta menyebabkan obesitas, kita perlu memperhatikan aturan jam makan yang tepat.
Selain itu, memahami dan menerapkan aturan jam makan dengan tepat juga dapat membuatmu terhindar dari asupan nutrisi yang tidak bisa terserap secara maksimal.
Nah, berikut ini aturan jam makan yang perlu diperhatikan agar metabolisme tubuh tetap terjaga.
Aturan Jam Makan
Dilansir dari laman Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta, tubuh manusia memiliki periode tertentu dalam mencerna makanan dan juga waktu istirahatnya sendiri.
Hal tersebut diatur menurut ritme sirkadian, yaitu proses fisiologis dasar termasuk pada hormon manusia yang dikendalikan berdasarkan jam tubuh selama periode 24 jam
Oleh karena itu, untuk memanfaatkan metabolisme alami dalam tubuh sebaiknya penting agar melakukan sarapan sepagi mungkin.
Baca Juga: Siap-siap! Weezer Bakal Manggung di Jakarta, Ramaikan Soundrenaline 2022
Sarapan pagi idealnya dilakukan pada pukul 7 atau 8, karena sebelumnya selama hampir tujuh jam perut kosong setelah lama tidur malam.
Sarapan pagi dapat mengembalikan energi dalam tubuh, sehingga bisa lebih maksimal dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Jika kamu sarapan pagi lewat dari waktu ideal tersebut, biasanya hal itu akan memengaruhi nafsu makan saat waktu makan siang.
Aturan dasar waktu sarapan pagi idealnya harus berjarak 1,5 jam setelah bangun tidur. Pasalnya, kadar glukosa dalam darah akan turun dan dapat mengurangi energi pada tubuh.
Sedangkan makan siang, idealnya dilakukan antara jam 12.00-13.00 atau setidaknya berjarak 4 jam dari waktu sarapan.
Jika terlambat dari waktu tersebut, lakukan makan siang sebelum pukul 16.00. Sebab, makan siang yang tidak tepat waktu akan membuat perut keroncongan.