Indotnesia - Saat ini ada alternatif lain yang dapat digunakan untuk menampung darah haid selain pembalut, yaitu tampon.
Meski di Indonesia penggunaan tampon masih jarang dilakukan, di luar negeri banyak perempuan yang justru menggunakan alat sanitasi ini untuk menggantikan pembalut.
Dibandingkan pembalut, tampon dinilai lebih ramah lingkungan dan dapat mengurangi sampah pembalut yang sulit diurai.
Selain itu, bentuknya yang praktis membuat penggunaan tampon untuk haid tidak akan membuat nyeplak saat menggunakan bawahan ketat.
Untuk kamu yang masih pemula dalam menggunakan tampon, berikut kami jelaskan pengertian dan cara pemakaiannya yang tepat.
Apa Itu Tampon?
Tampon adalah massa berbentuk silinder yang berfungsi sebagai alat serap yang dimasukkan ke dalam lubang vagina saat menstruasi.
Alat sanitasi ini terbuat dari kapas dan termasuk dalam produk kesehatan wanita yang terdiri dari 2 tabung, yaitu tabung yang terbuat dari karton atau plastik dan kedua, lapisan luar tampon yang terbuat dari bahan katun atau rayon.
Saat digunakan, tabung plastik akan bertambah panjang, sedangkan tabung pada bagian luar akan mengembang saat digunakan.
Jika pembalut tersedia dalam beberapa ukuran panjang, tampon memiliki ragam jenis daya serap, di antaranya tipe light dengan serapan hingga 6 gram, reguler 6-9 gram, dan super 9-12 gram.
Walaupun tampon bisa jadi alternatif pengganti pembalut, alat ini memiliki kekurangan dalam penggunaannya, yaitu adanya ancaman toxic shock syndrome (TTS).
Meski jarang terjadi, ancaman TTS dapat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Oleh karena itu, pastikan rutin mengganti penggunaan tampon.
Cara Memakai Tampon yang Tepat
Meskipun praktis dan lebih ramah lingkungan, tampon lebih rumit digunakan dibandingkan dengan pembalut.
Apalagi bagi pemula, memasang tampon perlu dilakukan dengan langkah-langkah yang tepat agar tidak mengakibatkan masalah kesehatan reproduksi.
Berikut cara pemakaian tampon yang tepat, seperti dilansir dari laman honestdocs:
1. Rilekskan tubuh saat akan memasang tampon. Untuk pemula, pilihlah tampon berukuran reguler.
2. Kamu bisa memasang tampon sambil rebahan di atas kasur. Setelah itu, buka kaki selebar mungkin agar mudah saat memasang tampon, lalu posisikan tampon dimana ujung tampon berada di atas sementara pangkal tampon dan tali berada di bawah
3. Lakukan pemasangan dengan satu tangan memegang tampon, satu tangan lagi membuka labia. Arahkan ujung tampon masuk ke dalam vagina. Jangan khawatir tampon salah masuk lubang, karena ukuran tampon sudah dibuat sedemikian rupa sesuai dengan ukuran lubang vagina.
4. Setelah tampon masuk ke dalam lubang vagina, kamu dapat mengatur posisi tampon secara tepat dengan menggunakan jari telunjuk. Posisi tampon yang tepat ditandai dengan rasa nyaman bahkan mungkin tidak seperti memakai tampon. Pastikan tali tampon menggantung di luar vagina.