Indotnesia - Seorang gadis remaja di Singapura kena bully secara online setelah membeli tas mewah untuk pertama kalinya. Tas tersebut bermerek Charles & Keith.
Namun menurut warganet, brand Charles & Keith bukanlah merek yang mewah. Zoe Gabriel membeli Double Handle Tote Bag. Tas itu merupakan tas termahal yang ia miliki. Dia pun tak lupa mengucapkan terima kasih kepada ayahnya.
Dia mengunggah pengalamannya membeli tas tersebut di TikTok dan menjadi viral. Videonya telah ditonton lebih dari 9,7 juta kali. Ia pun menanggapi berbagai komentar negatif di videonya dengan sangat bijak.
"Keluargaku nggak punya banyak uang. Kami tidak bisa membeli barang sesederhana membeli roti dari BreadTalk," ujarnya.
"Komentar kalian berbicara tentang betapa bebalnya kamu karena kekayaanmu," imbuhnya.
Meski harus menghadapi rundungan dari warganet, kini ia justru mendapat undangan dari manajemen Charles & Keith untuk bertemu langsung dengan para founder.
Melansir dari The Strait Times, Kamis (12/11/2022), pihak perusahaan menyatakan sangat terkesima dengan bagaimana Zoe menghadapi situasi tersebut.
"Kebijaksanaannya jauh melebihi usianya dan nilai-nilai itu selaras dengan kami," tulis manajemen Charles & Keith.
"Para founder meyakini produk kami harus memicu kegembiraan, pemberdayaan, pecinta mode, dan memberi mereka kepercayaan diri," lanjutnya.
Baca Juga: Sejarah Pasar Kue Subuh Senen yang Kini Bakal Ditutup Pada 10 Februari
Zoe dan ayahnya diundang untuk makan siang bersama para founder dan berkeliling di markas besar Charles & Keith di Singapura.
Charles & Keith didirikan oleh dua bersaudara Charles Wong dan Keith Wong pada 1996, setelah keduanya mempelajari bisnis dengan bekerja di toko sepatu ibu mereka.
Perjuangannya dimulai dengan outlet sederhana di bekas Amara Shopping Centre, yang kemudian berkembang menjadi lebih dari 660 toko dan telah mempekerjakan sekitar 4.000 orang di seluruh dunia.
Pada 2011, perusahaan LVMH yang juga membawahi Louis Vuitton mengakuisisi 20% saham perusahaan tersebut, tapi Wong bersaudara telah membelinya kembali.
Dua bersaudara itu masuk dalam daftar 50 Orang Terkaya di Singapura versi Forbes pada 2022 dengan kekayaan bersih sekitar $1,04 miliar.