Apa Itu Sanksi Demosi yang Diberikan Kepada Richard Eliezer?

Indotnesia

Kamis, 23 Februari 2023 | 10:16 WIB
Apa Itu Sanksi Demosi yang Diberikan Kepada Richard Eliezer?
Richard Eliezer dijatuhi sanksi demosi dan tidak dipecar dari kepolisian. (Suara.com/Alfian Winanto)

Indotnesia - Imbas kasus kematian Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J menyeret para terpidana pelaku pembunuhan untuk mendapatkan hukuman atas perbuatannya, salah satunya Richard Eliezer yang diberi sanksi berupa demosi selama satu tahun.

Keputusan sanksi demosi Eliezer itu dilangsungkan dalam sidang etik Polri yang diumumkan langsung Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Ahmad  Ramadhan saat konferensi pers  di Mabes Polri, Jakarta Selatan,pada Rabu (22/2/2023).

"Sesuai Pasal 12 Ayat 1 huruf a PP RI Nomor 1 Tahun 2003 maka Komisi selaku pejabat yang berwenang memberikan pertimbangan selanjutnya berpendapat bahwa terduga pelanggar masih dapat dipertahankan untuk tetap berada dalam dinas Polri," katanya.

Setidaknya ada sembilan pertimbangan Komisi Kode Etik Polri (KKEP) tidak memecat Eliezer, di antaranya ia mau bekerja sama sebagai saksi pelaku atau justice collaborator dan masih berusia muda serta terlihat telah menyesali perbuatannya.

Selama masa sanksi demosi, pemuda 24 tahun itu akan dipindahkan ke Pelayanan Markas (Yanma) Polri dan wajib menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan Polri.

Belum banyak diketahui oleh publik, lalu apa itu sanksi demosi yang diberikan kepada Richard Eliezer?

Apa Itu Sanksi Demosi?

Dilansir dari laman resmi Kepolisian Negara Republik Indonesia, sanksi demosi adalah hukuman yang diberikan kepada anggota polisi dengan memindahkannya dari hierarki yang ia tempati ke jabatan lebih rendah.

Selain itu, sanksi demosi juga telah diatur dalam Pasal 1 No. 24 Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia No. 19 Tahun 2012 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Komisi Kode Etik Kepolisian Negara Republik Indonesia.

baca juga

Dalam pasal tersebut, demosi juga diartikan sebagai mutasi yang bersifat hukuman berupa pelepasan jabatan dan penurunan eselon serta pemindahtugasan ke jabatan, fungsi, atau wilayah yang berbeda.

Untuk perbedaan demosi dan mutasi dapat dilihat dari sifatnya. Demosi merupakan bagian dari mutasi yang sifatnya hukuman. Sedangkan mutasi adalah pemindahan anggota dari suatu jabatan ke jabatan lain atau antar daerah tanpa menurunkan ke hierarki lebih rendah.

Adapun jenis tindakan anggota Polri yang dapat dijatuhi sanksi demosi, di antaranya:

1. Perbuatan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

2. Perbuatan menghilangkan senjata api.

3. Penganiayaan sesama anggota polisi atau masyarakat.

4. Menjadi anggota atau pengurus partai.

5. Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

6. Membocorkan rahasia negara.

7. Pelanggaran sumpah.

8. Menurunkan kehormatan dan martabat negara.

9. Mengikuti aliran sesat yang dapat menimbulkan perpecahan negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hal-hal yang Meringankan Vonis Hukuman Bharada E

Hal-hal yang Meringankan Vonis Hukuman Bharada E

Indotnesia | Rabu, 15 Februari 2023 | 17:11 WIB

Jalani Sidang Perdana, Karangan Bunga dan Fans Hadir Dukung Bharada E

Jalani Sidang Perdana, Karangan Bunga dan Fans Hadir Dukung Bharada E

Indotnesia | Selasa, 18 Oktober 2022 | 16:21 WIB

Timsus Geledah Rumah Ferdy Sambo di Magelang, Cari Bukti Pengakuan

Timsus Geledah Rumah Ferdy Sambo di Magelang, Cari Bukti Pengakuan

Indotnesia | Selasa, 16 Agustus 2022 | 10:25 WIB

Terkini

Bingung Pilih Foundation Viva Cosmetics? Ini 3 Rekomendasi, Perbedaan, dan Review Pembeli

Bingung Pilih Foundation Viva Cosmetics? Ini 3 Rekomendasi, Perbedaan, dan Review Pembeli

Lifestyle | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:53 WIB

Rahasia Ruang Ganti Piala Dunia 2026: Apa yang Sebenarnya Terjadi Saat Jeda Paruh Waktu?

Rahasia Ruang Ganti Piala Dunia 2026: Apa yang Sebenarnya Terjadi Saat Jeda Paruh Waktu?

Your Say | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:52 WIB

Kylian Mbappe Menggila, Siap Kejar Rekor Gol Lionel Messi di Piala Dunia!

Kylian Mbappe Menggila, Siap Kejar Rekor Gol Lionel Messi di Piala Dunia!

Your Say | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:51 WIB

Gerindra Santai Hadapi Safari Politik Jokowi, Pilih Fokus Kawal Program Prabowo

Gerindra Santai Hadapi Safari Politik Jokowi, Pilih Fokus Kawal Program Prabowo

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:50 WIB

10 HP Layar 7 Inci Terbaik 2026, dari Entry Level Rp2 Jutaan hingga Flagship

10 HP Layar 7 Inci Terbaik 2026, dari Entry Level Rp2 Jutaan hingga Flagship

Tekno | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:46 WIB

Ini Cara Mengetahui Rambut Rontok Membutuhkan Perawatan yang Lebih Sehat

Ini Cara Mengetahui Rambut Rontok Membutuhkan Perawatan yang Lebih Sehat

Sumbar | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:45 WIB

Bek Keturunan Tinggalkan FC Emmen, Disebut Gabung Klub Super League

Bek Keturunan Tinggalkan FC Emmen, Disebut Gabung Klub Super League

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:45 WIB

Deretan Ruangan di Kantor Bupati Kuansing yang Disegel KPK

Deretan Ruangan di Kantor Bupati Kuansing yang Disegel KPK

Riau | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:43 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Momen Keajaiban Bayi 3 Tahun Selamat Usai 6 Hari Tertimbun Puing Gempa Bumi Venezuela

Momen Keajaiban Bayi 3 Tahun Selamat Usai 6 Hari Tertimbun Puing Gempa Bumi Venezuela

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:40 WIB

×