Indotnesia - Menjadi seorang ibu baru memang bukan persoalan mudah, apalagi ketika harus menyusui sang buah hati. Sementara di bulan Ramadan ini, umat Muslim wajib menjalankan ibadah puasa. Lalu muncul pertanyaan, apakah ibu menyusui boleh tidak berpuasa?
Dalam hukum Islam memang terdapat keringanan soal berpuasa bagi ibu hamil dan menyusui. Keduanya boleh tidak berpuasa dengan alasan kesehatan.
Melansir laman resmi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemenpppa), Dokter Konselor Laktasi dan Tumbuh Kembang Bayi dr. Ameetha Drupada, CIMI mengatakan tubuh ibu menyusui tetap akan memproduksi ASI selama berpuasa.
Meski demikian, dia mengatakan ibu menyusui harus berkonsultasi dan memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisi kesehatan aman untuk berpuasa. Yang terpenting, ibu menyusui mampu memenuhi kebutuhan nutrisi pada bayi yang menyusui.
“Jadi, ibu hamil dan ibu menyusui tetap bisa mengikuti puasa Ramadhan selama mereka mampu dan tidak ada ancaman kesehatan bagi dirinya dan bayi yang ada dalam kandungan,” ujarnya.
Supaya tetap lancar menyusui, berikut sejumlah tips berpuasa bagi ibu menyusui:
Maksimalkan pumping dan menyusui di malam hari
Bayi harus diberi ASI seperti biasanya sehingga ibu bisa memaksimalkan pumping di malam hari untuk asupan pada siang hari.
Menjaga asupan nutrisi dan makanan saat sahur dan berbuka puasa
Baca Juga: Tayang Juli 2023, Ini Daftar Lengkap Pemain Film Barbie
Ibu menyusui wajib memenuhi kebutuhan nutrisi yang lengkap, seperti sayur-sayuran, buah, makanan laut, daging sapi, kacang-kacangan, telur, susu, dan sebagainya.
Selain itu, jangan pernah melewatkan sahur karena penting sebagai cadangan nutrisi dan kalori.
Minum air putih 1,5-2 liter per hari
Ibu menyusui tetap bisa memenuhi kebutuhan air mineral yang cukup dengan minum 2-3 gelas air putih saat sahur dan 5-6 gelas air putih setelah berbuka puasa.
Istirahat cukup
Ibu menyusui nggak boleh beraktivitas berat yang terlalu melelahkan karena selama berpuasa tidak ada asupan yang masuk ke dalam tubuh.