Elkan Baggott dipastikan tak akan memperkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2022. Pemain Klub Gillingham lebih memilih bertahan di Inggris untuk mendapatkan menit bermain.
Namun demikian, keputusan Elkan Baggott tersebut mendapat sorotan publik. Ia lebih memilih bermain di klubnya daripada negara.
Tetapi beragama spekulasi pun muncul, Elkan lebih memilih di Inggris dibanding harus pulang ke Tanah Air.
Salah satunya adalah Piala AFF bukan agenda atau laga resmi FIFA.
Diketahui, Piala AFF tidak masuk kalender FIFA sehingga klub tidak punya kewajiban melepas pemain yang dipanggil ke timnas untuk turnamen tersebut.
Sejarah Piala AFF
Piala AFF awalnya bernama Piala Tiger, yang mulai digelar pada 1996, dengan Thailand keluar sebagai juara yang pertama kali.
Dinamakan Piala Tiger karena perusahaan bir asal Singapura, Tiger Beer, adalah sponsornya.
Kontrak Tiger Beer sebagai sponsor berakhir pada 2004, dan setelah itu kompetisi berubah nama menjadi Piala AFF. Pada gelaran 2006, nama yang dipakai adalah Piala AFF.
Pada edisi 2008, muncul sponsor baru yakni perusahaan otomatif asal Jepang sehingga kompetisi kemudian berubah nama menjadi AFF Suzuki Cup.
Lalu kenapa Piala AFF tidak masuk ke dalam kalender FIFA?
Piala AFF rupanya masih dianggap oleh FIFA sebagai pertandingan persahabatan antar negara-negara di Asia Tenggara.
Selain itu, kemenangan yang didapat di kompetisi ini tidak berpengaruh pada peringkat di FIFA.
Nama Piala AFF dipastikan tidak akan ditemui dalam daftar turnamen resmi FIFA. Maka, klub tidak wajib melepas pemain ke negaranya masing-masing.
Elkan Baggott Absen
Dikutip dari Suarabekaci.id, Pelatih Gillingham Neil Harris mengaku kagum dan takjub dengan keputusan pemainnya, Elkan Baggott yang memilih bertahan di Inggris dibanding pulang membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2022.
Neil Harris mengatakan bahwa Elkan memilih untuk bertahan di klub di Natal 2022 dan tahun baru 2023.
Menurut Neil dalam penjelasannya bahwa putusan itu dibuat sendiri oleh Elkan dan ia sangat mendukung serta menghormatinya.
"Itulah karakternya. Saya pikir keputusan seperti ini untuk seorang pemain yang baru berusia 20 tahun, dipanggil untuk bermain di Piala AFF atau bertahan dan berjuang bersama tim adalah keputusan sulit untuk dibuat dan semua yang Anda bisa lakukan adalah mendukungnya," ungkap Neil Harris dikutip pada Jumat (16/12/2022).
Ditegaskan oleh Neil Harris, Elkan tidak bermaksud mengecewakan siapa pun, termasuk para pendukung Timnas Indonesia.
Harris menegaskan Elkan sangat bangga bisa membela Timnas Indonesia. Namun untuk periode saat ini, Elkan memilih bertahan di Gillingham.
"Dia tidak ingin merasa telah mengecewakan siapa pun, tentu saja bukan itu maksudnya. Saya tahu dia sangat bangga bermain untuk Indonesia, dia hanya merasa dia mungkin lebih baik bertahan di sini," jelas Harris.
Dilanjutkan Harris, ia dan manajemen Gillingham percaya bahwa keputusan Elkan adalah yang terbaik dan ia siap memberi dukungan penuh.
"Elkan membuat keputusan bahwa dia ingin bertahan, dia didukung dengan baik oleh Ipswich dan juga kami memberikan dukungan," tambahnya.
Harris menegaskan bahwa pihak klub dan dirinya sama sekali tidak menghalangi Elkan jika ingin bermain bersama Timnas Indonesia di Piala AFF 2022.
"Saya akan selalu mendukung pemain saya dengan apa yang mereka lakukan, terutama ketika ada kesempatan untuk bermain di depan banyak orang,"
"Jika Elkan ingin pergi, saya dan orang-orang di klub akan mendukungnya dan memahami itu juga, tetapi Elkan membuat keputusan sendiri bahwa merupakan hak istimewa bisa membela Indoensia."