Jawaban Kocak Gibran Soal Hadiah Rumah untuk Presiden Jokowi di Colomadu: Pindah IKN nanti Nyiyir Lagi

Suara Joglo

Kamis, 22 Desember 2022 | 10:01 WIB
Jawaban Kocak Gibran Soal Hadiah Rumah untuk Presiden Jokowi di Colomadu: Pindah IKN nanti Nyiyir Lagi
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka. (ANTARA/Aris Wasita)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mendapatkan hadiah sebuah bidang tanah beserta rumah siap huni usai menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia. 

Jokowi bakal mendapatkan rumah di Colomadu, Karanganyar, atau tidak jauh dari kediamannya di Sumber, Kota Surakarta. 

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka yang merupakan anak sulung dari Presiden tersebut menanggapi perihal rencana tersebut. 

Ia menyebut, alasan ayahnya memilih Colomadu. 

"Apa pindah ke IKN Saja? Pindah IKN nanti nyiyir lagi. SudaH disitu aja (Colomadu). Malah enak, kalau lapar, makan di taman sari, lauknya banyak. Lauknya banyak, cari lauk mudah," ujar Gibran dikutip dari Channel YouTube berita surakarta pada Kamis (22/12/2022). 

Gibran menyebut, hal itu tentu saja akan memberikan keuntungan bagi Kabupaten Karanganyar yang bakal menjadi kediaman Presiden Jokowi usai purna tugas. 

"Iya makanya pak Yuli (Bupati Karanganyar) seneng sekali. Yang cerita banyak malah pak Yuli daripada saya. Terima kasih pak Yuli," ujar Gibran. 

Rumah Presiden Jokowi

Baru-baru ini, pemerintah disebut-sebut telah memulai persiapan memberikan rumah atau tempat tinggal bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada saat masa jabatannya berakhir di tahun 2024 mendatang.

baca juga

Diketahui, rencana tersebut berdasarkan dari informasi pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten di Karanganyar.

Pemberian hadiah berupa rumah atau tempat tinggal kepada presiden dan wakil presiden setelah pensiun ini sebetulnya merupakan fenomena yang lazim terjadi di Indonesia.

Pemberian rumah kepada Presiden Republik Indonesia yang sudah pensiun juga diberikan kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di tahun 2016.

Aturan hukum yang mengatur hal tersebut juga sudah ada, yaitu Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 52 Tahun 2014 tentang Pengadaan dan Standar Rumah bagi Mantan Presiden dan/atau Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Lantas, seperti apakah lokasi dan spesifikasi rumah hadiah negara untuk Presiden Jokowi? Simak informasi lengkapnya berikut ini.

Lokasi Rumah

Diketahui, Bupati Karanganyar yang bernama Juliyatmono menjelaskan bahwa setiap presiden yang masa tugasnya berakhir akan mendapatkan semacam hadiah dari negara berupa rumah.

Bagi Presiden Jokowi yang akan menyelesaikan masa jabatannya pada 2024 mendatang, lokasi yang terpilih yaitu berada di Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah.

Penjelasan Bupati Karanganyar tersebut diperjelas oleh Camat Colomadu, Sriyono Budi Santoso, yang juga turut membenarkan soal rencana pembangunan rumah dari negara untuk Presiden Jokowi di Kecamatan Colomadu.

Menurutnya, lahan yang dipilih tersebut berada di timur Rumah Makan Taman Sari Jalan Adi Sucipto Blulukan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar.

Ia menambahkan bahwa lokasi tersebut merupakan lahan kosong dan diketahui bersertifikat hak milik. Adapun untuk luas lahannya sendiri yaitu antara 2.000-3.000 meter persegi.

Harga Lahan Mencapai Rp 10 Juta Per Meter

Berdasarkan keterangan yang didapat dari Camat Colomadu, kisaran harga lahan yang menjadi lokasi pembangunan rumah dari negara untuk Presiden Jokowi mencapai Rp10 juta per meter persegi.

Proses Jual Beli Lahan

Diketahui, Bupati Karanganyar menjelaskan bahwa sesuai dengan prosedur, pengadaan tanah di Colomadu tersebut dilakukan oleh Menteri Sekretaris Presiden (Mensesneg).

Tanah tersebut sudah dibayar, termasuk Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) ke kas daerah Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

Dengan adanya hal tersebut, Bupati Karanganyar menjelaskan bahwa proses jual beli terkait dengan pengadaan tanah untuk pembangunan rumah Presiden Jokowi sudah selesai.

Spesifikasi dan Alasan Jokowi Memilih Rumah di Karanganyar

Disebutkan oleh Bupati Karanganyar, ia menilai bahwa lahan di Colomadu yang akan digunakan untuk pembangunan rumah pemberian negara bagi Presiden Jokowi sangat representatif.

Untuk bisa menuju bandara, kereta, ataupun jalan tol dari Colomadu sangat dekat sehingga lokasi tersebut layak jika dibangun rumah negara untuk Presiden Jokowi.

Hal yang serupa juga disebutkan oleh Camat Colomadu, Sriyono Budi Santoso. Ia menyebut bahwa lahan yang dipilih oleh Presiden Jokowi sangat strategis dikarenakan aksesnya yang dekat menuju Bandara Adi Soemarmo. Begitu pula akses menuju jalan tol yang diketahui lebih mudah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Emoh Berpaling Hati, Oso Hanura Bakal Ajak Jokowi Berunding Bahas Capres yang Diusung

Emoh Berpaling Hati, Oso Hanura Bakal Ajak Jokowi Berunding Bahas Capres yang Diusung

News | Kamis, 22 Desember 2022 | 09:56 WIB

Wulan Guritno Pamer Foto Close Up, Gibran Rakabuming Edit Foto Jadi Botak Mirip Upin-Ipin

Wulan Guritno Pamer Foto Close Up, Gibran Rakabuming Edit Foto Jadi Botak Mirip Upin-Ipin

Lifestyle | Kamis, 22 Desember 2022 | 09:45 WIB

Tegas! Ketum Hanura Tak Dukung Siapapun Kecuali Jokowi Hingga Tuntas: Saya Tak Dukung Anies

Tegas! Ketum Hanura Tak Dukung Siapapun Kecuali Jokowi Hingga Tuntas: Saya Tak Dukung Anies

News | Kamis, 22 Desember 2022 | 09:43 WIB

Terkini

3 Pilihan Tablet Samsung 5G Terbaik, Koneksi Kencang Tanpa Bergantung WiFi

3 Pilihan Tablet Samsung 5G Terbaik, Koneksi Kencang Tanpa Bergantung WiFi

Tekno | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:15 WIB

Ulasan Film Jangan Buang Ibu: Menggugat Stigma Panti Jompo dan Makna Berbakti

Ulasan Film Jangan Buang Ibu: Menggugat Stigma Panti Jompo dan Makna Berbakti

Your Say | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:05 WIB

Tunda Nyicil Scoopy Baru, Yamaha Grand Filano Bekas Lebih Murah, Mending Mana?

Tunda Nyicil Scoopy Baru, Yamaha Grand Filano Bekas Lebih Murah, Mending Mana?

Otomotif | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:03 WIB

Rumah Warga di Benhil Jakpus Hancur Gegara Tanah Longsor, Begini Penampakannya

Rumah Warga di Benhil Jakpus Hancur Gegara Tanah Longsor, Begini Penampakannya

Video | Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:00 WIB

Comeback Sensasional Afrika Selatan: Resmi Lolos 32 Besar Pertama Kalinya

Comeback Sensasional Afrika Selatan: Resmi Lolos 32 Besar Pertama Kalinya

Your Say | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:55 WIB

5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan

5 Peserta SPPI Tewas, TB Hasanuddin Desak Latihan Militer Calon Manajer Koperasi Dihentikan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:42 WIB

Rekomendasi Ombre Lip Cream OMG yang Tahan Lama dan Tidak Kering, Lengkap dengan Review Pengguna

Rekomendasi Ombre Lip Cream OMG yang Tahan Lama dan Tidak Kering, Lengkap dengan Review Pengguna

Lifestyle | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:40 WIB

Misi Mustahil: Saat Negara Kecil Berpenduduk 500 Ribu Jiwa Siap Guncang Argentina di Piala Dunia

Misi Mustahil: Saat Negara Kecil Berpenduduk 500 Ribu Jiwa Siap Guncang Argentina di Piala Dunia

Your Say | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:35 WIB

5 Serum Lokal di Bawah Rp50 Ribu untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Lengkap dengan Review

5 Serum Lokal di Bawah Rp50 Ribu untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Lengkap dengan Review

Lifestyle | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:35 WIB

Koneksi dan Loyalitas Jadi Jalan Pintas, Apa Kabar Meritokrasi?

Koneksi dan Loyalitas Jadi Jalan Pintas, Apa Kabar Meritokrasi?

Your Say | Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:35 WIB

×