Suara Joglo - Di era media sosial seperti sekarang ini semua orang bisa memanfaatkannya untuk jualan apa saja. Bukan hanya jualan produk atau makanan, melainkan jualan konten video pula.
Di Instagram, Twitter, Facebook, sekarang muncul akun-akun anonim yang menjual konten-konten video porno. Bahkan video tersebut ternyata mereka produksi sendiri kemudian dijual sendiri.
Masih ingat kasus video porno Wanita Berkabaya Merah? Setelah kedua pemeran video itu tertangkap, terkuak kalau mereka memang pekerjaannya memproduksi video porno semacam itu.
Video dibuat sesuai dengan pesanan di media sosial. Hasil produksi video juga dijual lewat media-media sosial yang bersangkutan. Nah, baru-baru ini jual beli konten video mesum juga terjadi lagi.
Bedanya, video mesum yang diperjual belikan ini adalah konten intip pakaian dalam perempuan. Kasus ini saat ini sedang marak dan jual belikan di media sosial, bahkan korbannya sudah mencapai 10 perempuan.
Para korban ini merupakan warga Kabupaten Bandung Jawa Barat ( Jabar ). Kasus ini pun masih diusut kepolisian setempat. Modus kasus ini adalah merekam celana dalam perempuan menggunakan handphone di berbagai lokasi. Video tersebut kemudian dijual oleh pengunggahnya.
Hal ini disampaikan Kepala Satreskrim Polresta Bandung Kompol Oliestha Ageng Wicaksana. Ia mengatakan video itu diduga beredar di media sosial dan diperjualbelikan oleh pemilik akun.
"Dari informasi yang kami dapatkan, ini berlangsung di Kabupaten Bandung di wilayah timur," kata Oliestha dikutip dari ANTARA, Jumat (06/12/2023).
Menurutnya, kasus tersebut diketahui dari adanya laporan masyarakat terkait beredarnya video tak senonoh itu. Sejauh ini, menurutnya baru satu korban yang mengonfirmasi telah menjadi korban, tetapi diprediksi ada 10 orang yang menjadi korban.
"Yang beredar korbannya itu lebih dari 10 orang, mungkin ada 20 orang," kata dia.
Dia pun mengatakan pihaknya tengah menelusuri keberadaan para korban untuk bisa diajak berpartisipasi dalam pengungkapan kasus itu.
Dengan adanya partisipasi dari para korban yang pernah merasa terekam oleh pelaku, menurutnya lagi, polisi bisa mendapat petunjuk lokasi-lokasi kejadian, hingga identitas pelaku pembuat video itu.
"Kemudian nanti dalam hasil pengembangan kalau memang pelakunya berhasil kami amankan, kami akan telusuri sejauh mana keterlibatan dan sejauh mana aksinya sudah dilakukan," kata dia.