Kongres Luar Biasa atau KLB PSSI akan digelar di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (16/2/2023).
Sejumlah calon baik Caketum, Cawaketum maupun anggota Exco PSSI mulai melakukan manuver untuk menarik simpati para voter.
Salah satunya Caketum PSSI, La Nyalla Mattalitti yang mendadak menjadi perbincangan di media sosial.
Pasalnya, Ketua DPD RI itu menjanjikan uang Rp 1 miliar kepada voters yang berasal dari Asosiasi Provinsi (Asprov).
Dalam video yang beredar, La Nyalla Mattalitti menjanjikan uang sebesar Rp 1 miliar per tahun untuk setiap Asprov PSSI jika dirinya nanti terpilih sebagai Ketua Umum PSSI periode 2023-2027.
Uang sebesar Rp 1 miliar tersebut dijanjikan oleh La Nyalla jika para Asprov bersedia untuk menjalankan program-program yang akan dirancangnya ketika menjabat sebagai Ketua Umum PSSI.
"Saya akan memberikan Rp1 miliar setiap tahun kepada Asprov untuk menjalankan program-program yang saya sampaikan," ujar La Nyalla setelah melakukan kampanye di hadapan perwakilan sekitar 25 Asprov PSSI di Jakarta.
Tak hanya itu, La Nyalla yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PSSI periode 2013-2015 dan Ketua Umum PSSI periode 2015-2016 juga akan membawa Indonesia belajar sepak bola ke Jepang dan Australia.
Sontak saja, pernyataan itu langsung mendapat sindiran dari warganet, termasuk akun Twitter @mafiabola tentang rencana membawa Timnas Indonesia belajar ke Australia.
Baca Juga: Ekonom: Fluktuasi Harga BBM Nonsubsidi Untungkan Masyarakat
"Tapi pak, di jaman bapak pimpin KPSI dulu Ostrali kalian bantai bahkan ketika mereka menggunakan 12 pemain!," tulis cuitan akun tersebut yang dilansir, Senin (13/2/2023).
Laga pembantian yang dimaksud adalah saat Timnas KPSI di era dualisme kompetisi racikan Alfred Riedl menang 8-0 atas klub amatir, QCSA All Star, 18 Oktober 2012.
Uniknya, QCSA merupakan perkumpulan pemuda kerohanian Kristen yang difasilitasi oleh pihak gereja di Queensland agar bisa aktif bersepakbola.
Lebih kocaknya lagi, Timnas Indonesia versi KPSI tak menyadari jika lawan menurunkan 12 pemain. Alhasil, pertandingan itu sempat diulang gara-gara kejadian konyol tersebut.