Respon Soal Curhatan Soimah yang Dapat Perlakuan Tak Nyaman dari Petugas Pajak, Ini Kata Sri Mulyani

Suara Joglo Suara.Com
Senin, 10 April 2023 | 13:32 WIB
Respon Soal Curhatan Soimah yang Dapat Perlakuan Tak Nyaman dari Petugas Pajak, Ini Kata Sri Mulyani
Soimah Pesinden Multitalenta yang Disebut Sebagai Orang Paling Kaya Se-Jogja ([Instagram/@showimah])

Curhatan Soimah beberapa waktu lalu saat ngobrol bareng Butet Kertaredjasa dan Puthut EA karena mendapat perlakuan tak nyaman diduga petugas pajak langsung direspon Menteri Keuangan Sri Mulyani

Sebelumnya saat ngobrol bareng Butet dan Puthut EA mengenai petugas pajak serta flexing yang belakangan viral, Soimah mengaku punya pengalaman kurang nyaman saat berurusan dengan petugas pajak.

Ia mengaku pernah mendapat perlakuan kurang manusiawi saat didatangi petugas pajak. Ia mengaku seolah-olah diperlakukan serupa koruptor atau penjahat.

Belakangan curhatan Soimah itu direspon Menteri Keuangan Sri Mulyani. Melalui akun Instagramnya, Sri Mulyani mengaku telah mendapatkan video dari seniman Butet terkait keluhan Soimah tersebut akibat perlakukan petugas pajak. 

Ia telah meminta Ditjen Pajak melakukan penelitian terkait masalah tersebut dan hasilnya dijelaskan melalui video yang disampaikan oleh staf dari petugas pajak.

"Saya mendapat kiriman video dari Mas @masbutet yang mengadu ke saya mengenai keluhan dan kekesalan Bu @showimah akibat perlakuan "aparat pajak". Saya meminta tim @ditjenpajakri melakukan penelitian masalah yang dialami Bu Soimah. Berikut penjelasan secara lengkap, detail, dan akurat dari rekan-rekan @ditjenpajakri. Semoga memberikan titik terang bagi masyarakat. Kami akan terus melakukan perbaikan pelayanan. Terima kasih atas masukan dan kritikan yang konstruktif," tulis Sri Mulyani di akun Instagram resminya @smindrawati.

Ditjen Pajak melalui stafnya dalam video tersebut mengungkap terkait harga rumah yang disampaikan oleh Soimah patut diduga yang berinteraksi adalah instansi yang dilakukan kantor pajak yang berkaitan dengan jual biaya aset berupa rumah. Interaksi yang dilakukan KPP Pratama Bantul hanya sebatas kegiatan validasi nilai transaksi rumah tersebut.

"Validasi dilakukan di kantor pajak kepada penjual bukan kepada pembeli untuk memastikan bahwa nilai transaksi yang dilaporkan memang sesuai dengan ketentuan," katanya.

Mengenai soal Debt Collector yang disinggung Soimah, kantor pajak menurut undang-undang sudah memiliki petugas tersendiri yaitu jurusita pajak negara atau JSPN. Mereka bekerja dibekali surat tugas dan menjalankan perintah. 

Baca Juga: Heboh! Soimah Ungkap Pernah Didatangi Petugas Pajak Bawa Debt Collector hingga Gebrak Meja

Di sisi lain berdasarkan data Soimah sendiri tidak pernah diperiksa kantor pajak dan tercatat tidak ada utang pajak tersebut.

"Buat apa didatangi sambil membawa dan kolektor, apa benar itu pegawai pajak. Jika benar pegawai pajak mungkin saja itu petugas penilaian pajak yang meneliti pembangunan pendopo Ibu Soimah petugas pajak bahkan melibatkan penilaian profesional agar tak semena-mena," tukasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI