Menkopolhukam, Mahfud MD baru-baru ini mendapat kunjungan dari Presiden Partai Keadilan Sejahter (PKS), Ahmad Syaikhu. Pertemuan itu juga membahas soal Pilpres 2024.
Mahfud juga tak membantah dengan adanya pembicaraan soal dirinya yang ditawari untuk maju sebagai cawapres yang diusung oleh partai tersebut.
Meski demikian, Mahfud MD tak berbicara banyak dan hanya ingin fokus dengan apa yang menjadi tugasnya saat ini.
"Saya tak menjawab ya, sebab fokus saya mengawal pemilu sesuai dengan kalender," ujar Mahfud dikutip dari Suara.com, Rabu (19/4/2023).
Mahfud memang cukup dekat dengan petinggi PKS. Tak hanya Ahmad Syaikhu, ada juga Al Muzammil Yusuf yang merupakan teman dekatnya.
Menyusul dengan pembahasan Cawapres pada Pemilu 2024 lalu, Mahfud memberikan saran kepada para partai politik yang tergabung dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (PKS, NasDem dan Demokrat) tetap menjaga solidaritasnya yang mengusung Anies Baswedan.
"Jadi jangan sampai mengajak cawapres yang dari luar parpol tapi koalisinya justru retak," terang dia.
Mahfud tak banyak membahas terkait penawaran dirinya untuk mendampingi Anies Baswedan. Dirinya hanya memastikan bahwa pemungutan suara pada Pemilu 2024 tetap digelar pada 14 Februari 2024.
"Jadi pembicaran pasangan capres dan cawapres itu hanya sekilas. Kami berdiskusi tentang masa depan Indonesia di masa depan," katanya.
Baca Juga: Lima Partai Besar bakal Berkoalisi di Pemilu 2024, PKS Sentil Presiden Jokowi Tak Ikut Campur
Sementara Ahmad Syaikhu membenarkan bahwa akhir-akhir ini pihaknya mendatangi tokoh politik untuk bersilaturahmi.
"Ya kita silaturahmi ke Pak Mahfud, tokoh-tokoh lain juga kita datangi silaturahmi nanti. Kita minta tanggapannya, minta masukannya, ya kita juga tanya terkait minatnya untuk jadi cawapres," sebut Syaikhu dalam keterangannya.