Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi Selatan mengisyaratkan dukungan kepada kader Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa di luar internal koalisi untuk menjadi bakal calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Anies Baswedan yang akan bertarung pada Pemilu Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
"Ada nama di luar nama Aher dari PKS yang diusulkan. Di luar itu, salah satunya adalah ibu Khofifah, ada juga pak Saifullah Yusuf dari NU yang kini Wali Kota Madiun," sebut Ketua Bappilu DPW PKS Sulsel Ariady Arsal di sela halal bihalal di ruang Fraksi DPRD Sulsel, Makassar, Selasa.
Khofifah Indar Parawansa saat ini masih menjabat sebagai Gubernur Provinsi Jawa Timur, dan sekaligus mantan Menteri Sosial di era kabinet kerja periode pertama Presiden Joko Widodo-HM Jusuf Kalla.
Namun demikian, dari internal PKS, kata dia, telah diusulkan Ahmad Heryawan disapa akrab Aher diketahui mantan Gubernur Jawa Barat dua periode sebagian Bakal Cawapres. Begitu pula dari Demokrat ada Agus Harimurti Yudhoyono kini menjabat Ketua Umum Partai Demokrat juga diajukan sebagai bakal cawapres.
Tetapi, untuk memilih kandidat Cawapres, telah diberikan hak sepenuhnya kepada Anies Baswedan untuk menentukan siapa yang akan dipilih mendampinginya dalam kontestasi pertarungan Pilpres pada 14 Februari 2024.
"Ya, kita serahkan ke Pak Anies akhirnya ya. Kalau kami sih, ini tadi kita serahkan ke Jakarta apapun (hasilnya) itu," ujar mantan legislator DPRD Sulsel ini menekankan.
Sebagai orang Sulsel, kata Ariady, secara pribadi tentu menginginkan orang Sulsel dapat mendampingi Anies Baswedan untuk memimpin bangsa ini ke arah lebih baik dan masyarakat lebih sejahtera.
"Kita maunya sih bagus kalau wakilnya dari Sulsel, sebagai orang timur. Kan bisa jadi kalau ada pak Amran Sulaiman diambil, Alhamdulillah. Begitu pula ibu Khofifah, kan ada Sulselnya (suaminya), kita bersyukur kalau itu. Tapi, semua diserahkan ke DPP dan terutama tadi, keputusannya ada di Pak Anies Baswedan," katanya.
Tetapi, sebagai syarat dalam menentukan bakal Cawapres, tambah dia, pertama syaratnya harus mendukung kemenangan, kalau tidak menang maka jangan diambil sebagai wakil. Kedua, kalau tidak bisa kerja sama, baik calonnya maupun partai pengusung maka tidak perlu dilanjutkan, karena akan menimbulkan kekecewaan di belakang hari.
Baca Juga: Mencuat Relawan Amanat Indonesia untuk Anies Baswedan, PAN: Tidak Ada Kaitan dengan Partai Kami
Koalisi perubahan yang tergabung dalam Partai Nasional Demokrat (NasDem) Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah mengusung dan mendukung Anies Baswedan menjadi Bakal Capres. Namun sejauh ini belum ada penentuan bakal Cawapres yang akan mendampingi mantan Gubernur DKI Jakarta, meski beberapa tokoh telah dilakukan penjajakan.