Konser Coldplay yang akan digelar di Indonesia mendapat penolakan dari Persatuan Alumni (PA) 212. Hal itu diungkapkan langsung oleh Wakil Sekjen PA 212, Novel Bamukmin.
Bahkan PA 212 tak segan untuk mengepung Bandara jika band asal Inggris itu tetap dihadirkan untuk konser di Jakarta.
Pernyataan Novel Bamukmin mendapat tanggapan dari Menkopolhukam, Mahfud MD. Ia menanggapi dengan santai jika isu pengepungan bandara itu tetap dilakukan.
Mahfud MD menyebutkan bahwa penolakan yang kerap dilakukan ormas tersebut hampir menjadi isu yang kerap menjadi sorotan.
Penolakan yang dilakukan ormas tersebut biasa terjadi dan cukup ditanggapi dengan tenang. Apalagi penonton yang sudah memesan tiket dengan harga belasan juta.
"Ini sudah biasa terjadi, sejak dulu ada apa saja ditolak semuanya. Katanya haram," ujar Mahfud dikutip dari YouTube Najwa Shihab, Senin (22/5/2023).
Mahfud juga menjelaskan bahwa penampilan band yang digawangi Chris Martin itu tak perlu dijadikan ketakutan. Mahfud menganggap, Coldplay hanya menyajikan hiburan.
"Ini hiburan bagi anak muda. Jadi tidak apa-apa. Tidak perlu takut," terang dia.
Memastikan keamanan penonton termasuk kru band yang akan hadir pada 15 November 2023 mendatang pihaknya juga sudah memberikan pengamanan.
Baca Juga: Soal Tiket Coldplay Sold Out, Denny Siregar Beri Sindiran: Udahlah Tidak Menjamin Kita Masuk Surga
"Aparat keamanan juga sudah saya siapkan. Orang ingin menonton tanpa gangguan. Tidak ada larangan hukum," tambah Mahfud.
Sebelumnya, konser Coldplay menjadi sorotan beberapa waktu belakangan. Di samping menjadi sejarah pertama kalinya Coldplay ke Indonesia, penolakan justru muncul dari sebagian masyarakat.
Meski begitu, penggemar dan penikmat musik hingga artis tanah air masih berusaha memburu tiket konser Coldplay yang dihelat pada 15 November 2023. Tak jarang ada yang menjadi calo tiket dan menjual hingga nyaris Rp60 juta.