Pawai Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI Ke-78 di Solo mengundang rasa penasaran publik terkait pakaian Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.
Pasalnya, berbeda dengan pejabat yang lain, pada kesempatan itu, Gibran mengenakan pakaian petugas parkir untuk mengikuti pawai. Sontak saja hal itu menimbulkan berbagai pertanyaan publik terkait makna di baliknya.
Namun, ia dengan santai menjawab bahwa hal itu tidak memiliki maksud apa pun. Ia hanya ingin pawai mengenakan seragam petugas parkir di Solo.
“Petugas Parkir itu seragam resmi Petugas Parkir di Solo ya itu,” ujar Gibran dalam acara Kopdarnas PSI.
Gibran mengaku hal itu lumrah dilakukan. Pasalnya, setiap pawai, semua orang berhak memakai pakaian apa pun sesuai keinginannya. Menurutnya, sudah banyak yang mewakili berbagai profesi, sehingga dirinya memiliki mewakili petugas parkir.
“Paginya saya pakai pakaian adat, kan itu pawai. Pawai ya boleh pakai pakaian apa saja. Ada yang mewakili Dinas-Dinas, ada yang mewakili macem-macem, ada yang mewakili BUMD, saya mewakili petugas parkir,” ungkap Gibran.
“Dan saya juga gak ada maksud untuk menyindir siapa-siapa loh, nggak ada. Soalnya itu pawai semua orang boleh berpakaian ya kayak pawai. Anak saya pakai pakaian tantara, ada yang pakai pakaian macem-macem,” lanjutnya.
Ia kembali menekankan bahwa dirinya tak memiliki maksud apa pun saat memiliki seragam petugas parkir. Gibran mengimbau agar masyarakat santai saja dengan pakaian Gibran saat pawai itu.
“Jadi, itu bukan, tidak usah ditafsirkan macem-macem lah, santai aja,” pungkasnya.
Baca Juga: Honda Klarifikasi usai Ramai Keluhan Rangka Motor Karat, Netizen Tidak Puas