Pelatih Timnas Turkmenistan U-23, Agamyradov Ahmet mengapresiasi kualitas Timnas Indonesia U-23 yang mampu mengalahkan timnya pada laga pamungkas kualifikasi Piala Asia U-23, di Stadion Manahan, Solo, Selasa (12/9/2023) malam WIB.
Sebelumnya, Agamyradov terlihat emosional dengan keputusan wasit asal Korsel yang dinilai berat sebelah. Beberapa keputusan wasit diprotes keras oleh Turkmenistan selama laga berjalan.
Namun Agamyradov Ahmet mengakui ketangguhan skuat Garuda Muda di tangan Shin Tae-yong.
"Untuk tim Indonesia menurut saya punya kualitas tim yang sangat bagus. Tentu tergantung nanti undiannya, karena setahu saya, Indonesia akan menempati posisi pertama saat drawing," ujar dia dikutip dari Antara, Rabu (13/9/2023).
Berkualitasnya skuat Garuda Muda, bisa jadi kesempatan tim untuk melaju hingga ke semifinal Piala Asia U-23 yang nantinya dihelat di Qatar.
"Mereka punya taktik yang bagus. Mungkin bisa lolos hingga ke semifinal," terang dia.
Agamyradov mengungkapkan bahwa kualitas pemain Indonesia saat ini menanjak tinggi berkat proses dan konsistensi yang dilakukan selama ini. Shin Tae-yong memiliki peran penting untuk Timnas Indonesia hingga sejauh ini.
"Pelatih sudah melakukan pekerjaan terbaiknya sejak 2o2o, para pemain (di Liga) banyak bermain di Timnas, seperti yang saya tahu. Mungkin itu yang membuat Indonesia sangat kuat dan berkualitas," terang dia.
Di sisi lain, para pemain Timnas Turkmenistan saat ini, diakuinya bukan seperti pemain pada turnamen yang sama 2022 lalu. Agamyradov membandingkan bahwa tim tahun ini tak kuat seperti tim yang ia bawa di Piala Asia U-23 tahun 2022.
Baca Juga: Meski Dibantai Timnas Indonesia, Pemain China Taipei Tetap Beri Penghormatan ke Shin Tae-yong
"Jadi tim tahun lalu dengan yang saat ini berbeda. Beberapa pemain, ya bermain di tim itu (tahun 2022). Tapi dulu lebih kuat dari tim yang sekarang," katanya.
Terlepas dari pujian Pelatih Timnas Turkmenistan, Pratama Arhan dkk memastikan lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2024 di Qatar nanti.
Timnas Indonesia U-23 tercatat pertama kalinya sepanjang sejarah lolos ke turnamen ini setelah menjuarai grup K dengan koleksi enam poin.