Anies akan Bawa Indonesia Menjadi Negara Inklusif: Agar Negeri Ini Tidak Menjadi Negara Gagal

Chandra Iswinarno | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Sabtu, 25 November 2023 | 18:02 WIB
Anies akan Bawa Indonesia Menjadi Negara Inklusif: Agar Negeri Ini Tidak Menjadi Negara Gagal
Capres Anies Baswedan saat menghadiri Konferensi Orang Muda yang diselenggarakan Walhi di Balai Kartini, Jakarta pada Sabtu (25/11/2023). [Suara.ccm/Bagaskara]

Suara.com - Calon presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan memaparkan alasan negara bisa menjadi gagal. Pemaparan tersebut disampaikan saat menghadiri agenda bertajuk Konferensi 'Orang Muda Pulihkan Indonesia' yang digelar organisasi nonpemerintah Wadah Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi).

Dalam kesempatan tersebut mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengutip hasil studi karya pakar Ekonomi Daron Acemolu dan James Robinson yang berjudul 'Why Nations Fail'.

"Ini adalah sebuah kesimpulan atas studi di banyak negara, judulnya Mengapa Negara Gagal. Ini ditulis oleh Daron Acemolu dan James Robinson. Di sini dibagi dua, negara yang inklusif dan ekstraktif," kata Anies.

Ia menjelaskan, negara yang ekstraktif, institusi ekonominya, konsetrasi ekonomi pada elite, kemudian pasarnya menguntungkan elite. Lalu terbatasnya akses ke sumber pendidikan dan sumber daya yang lain, lalu terdapat hambatan dalam berbagai inovasi.

"Kalau kita lihat dalam sebuah negara ekstraktif, kita menyaksikan minim perlindungan HAKI," tuturnya.

Kemudian ia menyampaikan, soal negara yang inklusif. Dalam negara inklusif disebut kesetaraan pada aspek ekonomi, dan aspek pendidikan dan sumber daya yang merata. Lalu adanya dukungan inovasi dan hak-hak diperhatikan.

Kemudian Anies membeberkan aspek politik dalam negara ekstraktif dimana partisipasi politik terbatas dan ada pemberangusan hak untuk kebebasan hingga mengkritik justru malah diproses hukum.

Sementara aspek politik di negara inklusif, strukturnya demorkratis, partsipasinya luas, dan ada perlindungan hak kebebasan. dan rule of law, transparan, pemimpinnya akuntabel.

Untuk itu, Anies pun menyampaikan, dalam mengusung perubahan itu pihaknya ingin menjadikan Indonesia sebagai negara yang inklusif, agar tidak ingin negara menjadi gagal.

"Kita berkeinginan, di dalam garis perubahan itu, membawa kebijakan-kebijakan negara menjadi sebuah negara yang inklusif agar negeri ini tidak menjadi negara yang gagal. Tapi negara yagn berhasil dalam memakmurkan dan menghadirkan keadilan," tuturnya.

Ia pun menjelaskan, bagaimana rute menuju negara inklusif, yakni meluruskan paradigma dari institusi yang ekstraktif menjadi inklusif.

"Lalu fokusnya, berubah, dari fokus pada pertumbuhan saja menjadi pertumbuhan, pemerataan, dan kelestarian atau berklanjutan. ini artinya bukan hanya konsentrasi membesarkan kuenya, tapi juga merasakan potongan kuenya dirasakan oleh semua," ujarnya.

"Kedua, kalau tidak memikirkan keberlanjutan, generasi ke depan tidak akan mungkin bisa merasakan yang kita rasakan. Kalau ekonominya menghabisi ekologi, lalu akan dapat apa lagi di masa depan kalau ekologinya sudah habis," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Reaksi Anies Dengar Gibran, Prabowo hingga Mahfud Tak Diwajibkan Mundur Meski Ikut Pilpres

Reaksi Anies Dengar Gibran, Prabowo hingga Mahfud Tak Diwajibkan Mundur Meski Ikut Pilpres

Kotak Suara | Sabtu, 25 November 2023 | 17:13 WIB

Acara Jalan Sehat Dihadiri Ribuan Masyarakat, Muzani Targetkan Prabowo-Gibran Menang di Sulsel

Acara Jalan Sehat Dihadiri Ribuan Masyarakat, Muzani Targetkan Prabowo-Gibran Menang di Sulsel

Kotak Suara | Sabtu, 25 November 2023 | 17:04 WIB

Dua Capres Absen Absen di Konferensi Orang Muda Walhi, Hanya Anies yang Datang: Saya Sedang Belanja Masalah

Dua Capres Absen Absen di Konferensi Orang Muda Walhi, Hanya Anies yang Datang: Saya Sedang Belanja Masalah

Kotak Suara | Sabtu, 25 November 2023 | 17:02 WIB

Terkini

Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok

Ngaku Lagi di Luar Pulau Jawa, Ridwan Kamil Tidak Hadir Penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Besok

Kotak Suara | Rabu, 08 Januari 2025 | 16:29 WIB

Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK

Paslon Bupati-Wakil Bupati Bogor nomor 2 Pecah Kongsi, Soal Pencabutan Gugatan Sengketa Pilkada ke MK

Kotak Suara | Sabtu, 04 Januari 2025 | 13:58 WIB

Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik

Miris, Warga Bali 'Dibuang' Adat Karena Beda Pilihan Politik

Kotak Suara | Selasa, 24 Desember 2024 | 06:12 WIB

Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur

Meski Sudah Diendorse di Kampanye, Pramono Diyakini Tak akan Ikuti Cara Anies Ini Saat Jadi Gubernur

Kotak Suara | Senin, 23 Desember 2024 | 11:26 WIB

Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano

Pilkada Jakarta Usai, KPU Beberkan Jadwal Pelantikan Pramono-Rano

Kotak Suara | Sabtu, 21 Desember 2024 | 14:37 WIB

MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam

MK Harus Profesional Tangani Sengketa Pilkada, Jangan Ulangi Sejarah Kelam

Kotak Suara | Jum'at, 20 Desember 2024 | 23:22 WIB

Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu

Revisi UU Jadi Prioritas, TII Ajukan 6 Rekomendasi Kebijakan untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif Pemilu

Kotak Suara | Kamis, 19 Desember 2024 | 19:26 WIB

Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire

Menang Pilkada Papua Tengah, Pendukung MeGe Konvoi Keliling Kota Nabire

Kotak Suara | Rabu, 18 Desember 2024 | 20:51 WIB

Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK

Pasangan WAGI Tempati Posisi Kedua Pilkada Papua Tengah, Siap Tempuh Jalur Hukum ke MK

Kotak Suara | Rabu, 18 Desember 2024 | 20:27 WIB

Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024

Sah! KPU Tetapkan Pasangan MeGe Pemenang Pilgub Papua Tengah 2024

Kotak Suara | Rabu, 18 Desember 2024 | 12:34 WIB