Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Umar Hasibuan menyoroti PDI Perjuangan (PDIP) yang berkomitmen pada 2024 tidak ada lagi kemiskinan di Indonesia.
Hal tersebut di tanggapi Umar Hasibuan melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Umar Hasibuan mengherankan hal tersebut.
"10 tahun berkuasa buat stetmen spt ini? Oalah mumet," ucap Umar Hasibuan dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @Umar_Hasibuan__, Selasa (6/6).
Sementara itu, komitmen PDIP untuk mengentas kemiskinan di Indonesia seperti yang ditegaskan Ketua DPP PDIP Djarot Syaiful Hidayat.
Djarot mengatakan hal tersebut berkaitan dengan PDIP yang akan menggelar rakernas ketiga bertema 'fakir miskin dan anak terlantar dipelihara negara' pada Selasa (6/6).
"Kita berkomitmen tahun 2024 seluruh kepala daerah dari PDIP akan betul-betul bekerja, berusaha keras agar 2024 tidak ada kemiskinan esktrem di wilayahnya," ujar Djarot di DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (5/6/2023).
Dia pun menyebut seluruh kepala daerah dari PDIP akan bekerja keras. Hal ini demi tidak ada kemiskinan ekstrem.
"Tahun 2024 seluruh kepala daerah dari PDI Perjuangan akan betul-betul bekerja, berusaha keras agar 2024 tidak ada kemiskinan ekstrem di wilayahnya. Apa hanya kemiskinan ekstrem saja? Tidak," ujarnya.
"Seluruh kepala daerah dari PDI Perjuangan ini berjalan secara berkesinambungan tahun 2034, kita berusaha betul tidak ada kemiskinan di Indonesia. Berarti 10,12,13 tahun yang akan datang 0 persen. 2024 kemiskinan ekstrem yang sekarang ini kurang lebih 1,5 persen itu 0 persen," sambungnya.
Terkait hal itu, Staf khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) Bidang Ekonomi, Arif Budimanta mengatakan konsentrasi penduduk ekstrem berada di Jawa. Namun, dia berkata tingkat kemiskinan tertinggi ada di Papua.
Diketahui sebelumnya, rakernas ketiga PDIP dimulai pada 6-8 Juni 2023. Acara akan digelar di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.