Pegiat media sosial Yusuf Muhammad mengomentari perihal legacy Anies Baswedan yang kerap dibanggakan oleh para pendukungnya.
Menurut Yusuf, legacy itu sesuatu yang bermanfaat untuk rakyat sementara legacy Anies yang selalu dibanggakan para pendukungnya tidak memenuhi kriteria tersebut.
Oleh karena itu, daripada jauh-jauh membandingkan dengan Ganjar, sebaiknya membandingkan legacy Anies dangan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
“Legacy itu yg bermanfat untuk rakyat tapi yg elu pamerkan itu manfaat bgi siapa? Terlalu jauh jika membandingkan GP dg Abas. Mending bandingin sama Ahok,” ujar Yusuf, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi pada Selasa (6/6/2023).
Legacy Anies yang disorot Yusuf adalah pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) dan gelaran ajang balapan mobil listrik Formula E.
Menurutnya, 80 persen pendanaan JIS berasal dari utang ke pemerintah pusat (PEN) dan biaya penyewaannya terlalu mahal sehingga Persija kesulitan membayar.
Sementara itu, ajang Formula E tahun 2022 juga masih memiliki utang sebesar Rp90 miliar dan biaya commitment fee sebesar Rp560 miliar juga belum ada transparansinya.
Pendukung Ganjar Pranowo ini kemudian mengungkit janji Anies yang tidak akan membangun benda mati yang indah dalam foto dan dipamerkan.
“ Janji Abas tdk bangun benda mati yg indah difoto da dipamerkan, tapi buzzernya malah pamer benda mati yg difoto,” ujar Yusuf.
Ia kemudian mengatakan bahwa foto JIS yang dipamerkan pendukung Anies tidak termasuk dalam RPJMD janji kampanye. Sementara janji kampanye Anies banyak yang tidak terealisasi seperti program DP 0 rupiah.