Pegiat media sosial Denny Siregar menyoroti pengakuan dari Guru Besar Hukum Tata Negara Denny Indrayana yang menyatakan sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) dari Partai Demokrat.
Hal itu ditanggapi Denny Siregar melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Denny Siregar seakan tak heran lagi soal sikap Denny Indrayana yang belakangan kerap jadi perbincangan lantaran mengaku dapat informasi terkait Mahkamah Konstitusi (MK) yang akan memutuskan soal sistem pemilu mendatang.
Denny Siregar pun menyebut bahwa Denny Indrayana membutuhkan panggung.
"Ohhh belau ternyata caleg toh... Pantesan butuh panggung," ujar Denny Siregar dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @Dennysiregar7, Jumat (9/6).
Sementara itu, diketahui bahwa pengakuan Denny Indrayana disampaikan saat wawancara daring dalam program Road To 2024 yang tayang di saluran Youtube.
"Sekarang saya dalam proses daftar calon sementara, namun nomor saya nomor urut 1. Jadi tidak ada urusan dengan sistem pemilu tertutup atau terbuka. Ini supaya publik tahu, sekaligus membantah itu (narasi lempar isu demi pencalegan)," kata Denny Indrayana.
Kendati demikian, pembocoran informasi yang dilakukannya baru-baru ini diakui Denny tidak berkaitan dengan pencalonannya. Hal itu ia lakukan semata-semata sebagai bagian dari advokasi publik.
Mantan Wamenkumham itu pun mengatakan awalnya ia tak mau mengungkap bahwa dia adalah bacaleg dari Partai Demokrat agar tidak ada pembiasan terhadap isu yang diangkatnya.
"Saya tak mengungkap itu, agar tak terjadi bias. Tetapi kalau sekarang disampaikan, ya alhamdulillah, justru mengungkapkan nawaitu saya. Karena bagi saya, kalaupun tertutup tak masalah, kan saya nomor satu juga," papar Denny Indrayana.
Adapun sebelumnya, Denny Indrayana membuat kehebohan usai membocorkan informasi bahwa MK akan memutuskan Pemilu sistem proporsional tertutup.
Denny Indrayana bahkan menyinggung perihal Peninjauan Kembali (PK) atas kepengurusan Partai Demokrat yang diajukan oleh KSP Moeldoko. Seandainya hal itu dikabulkan, pencalonan Anies Baswedan pasti akan gagal.