Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun mengomentari perihal dana safari yang digunakan oleh bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan Anies Baswedan.
Dalam tayangan YouTube IDN Times Selasa (16/5/2023) lalu, Anies mengungkap bahwa mayoritas dana safari itu dari Partai NasDem dan juga para relawan.
“Tergantung, mayoritas dari NasDem. Ketika trip itu dilakukan ke berbagai kota. Sebagian adalah kita sendiri. Yang kelilingnya itu darat, itu kita sendiri. Dan acara-acara yang dilakukan itu, itu adalah acara yang hampir semua sifatnya desentralistik,” kata Anies.
“Jadi ketika saya menyebut nama NasDem itu bukan berarti NasDem Jakarta atau pusat saja. Tapi di daerah-daerah dan relawan-relawan daerah,” tambahnya.
Terkait Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anies mengatakan deklarasi dua partai tersebut dilakukan belakangan sehingga aktivitasnya pun belakangan.
Menanggapi hal tersebut, Refly mengaku menjadi saksi bagaimana relawan Anies tumbuh secara organik meski dengan motifnya masing-masing.
“Saya menjadi saksi bagaimana itu tumbuh secara organik. Tentu dengan motifnya masing-masing tapi yang jelas tumbuh secara organik,” ujar Refly, dikutip Suara Liberte dari kanal YouTube pribadi pada Senin (12/6/2023).
Refly kemudian mengingat perkataan Rocky Gerung bahwa orang yang mendatangi Anies dilakukan atas dasar partisipasi.
Sementara orang yang mendatangi calon presiden lain dilakukan atas dasar mobilisasi dengan mengharapkan amplop.
“Inget kata Rocky Gerung ya kalau orang datang ke Anies itu karena partisipasi. Datang ke calon yang lain ya karena mobilisasi. Tunggu amplop,” ujar Refly.