Elite Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Partai Gelora) Fahri Hamzah menyindir dinamika perpolitikan yang bergelut dalam lingkaran bakal calon presiden jelang Pilpres 2024.
Dirinya mengungkit bagaimana sejumlah manuver politik telah dilakukan namun tak ada manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat dari manuver-manuver tersebut.
Fahri mencontohkan dengan menyinggung soal dimajukannya sosok dari Anies Baswedan di Oktober 2022. Sosok tersebut telah bertemu banyak pihak, mengumpulkan massa hingga memunculkan drama politik.
Namun menurutnya tak ada solusi apapun yang dihadirkan, masyarakat tak mendapatkan apa yang dibutuhkannya guna memiliki masa depan yang lebih baik.
"8 bulan drama elite, ketemu sana sini, makan sana sini, wira wiri dan kumpul massa menyita perhatian bangsa kita. Apa manfaatnya bagi pengetahuan rakyat tentang masa depan mereka, kosong," tegasnya dalam akun twitter pribadinya @Fahrihamzah, dikutip Suara Liberte, Rabu (14/6/2023).
Cuitannya tersebut viral, banyak netizen yang sependapat dengan ucapan sosok dari mantan wakil rakyat ini. Mereka menyinggung tak adanya gagasan baru yang lahir dari safari politik itu.
"Sah, Kaga ada tuh narasi perubahannya dimana. Kaga ada tuh nilai positif apa, kalau memilih dirinya. Hanya jargon kosong," ungkap @AyamSegar3.
"Cuman bikin penasaran rakyat aja, rakyat dibikin harap-harap cemas," cuit dari @icantresnawiady.
"Teriak-teriak sana sini manfaatnya apa, fokus cari masa saja, kalau sudah berkuasa baru bisa bertindak," ungkit @RFuntuknegeri.
Diketahui, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NasDem Willy Aditya sudah pernah menjelaskan mengapa partainya memilih Anies Baswedan. Pihaknya juga memiliki alasan tersendiri mengapa mereka melakukan deklarasi capres lebih dulu.
Dirinya mengatakan ada tiga faktor utama atau yang disebutnya “basis kekuatan” dari mantan menteri pendidikan tersebut sehingga ditunjuk jadi capres.
Tiga “basis kekuatan” itu yakni otoritas moral, komitmen konstitusional, serta kapasitas dan kapabilitas Gubernur DKI Jakarta itu sebagai calon presiden.