Pakar Politik Eep Saefulloh Fatah mengungkap temuannya bahwa kemungkinan besar ada digelar dalam dua putaran seandainya tiga kandidat calon presiden yang ada saat ini bisa berlayar.
Adapun berdasarkan data yang didapatnya, jika Pemilu diadakan pada Maret 2023 kemarin, maka Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dipastikan menempati posisi pertama.
Adapun posisi kedua masih belum bisa dipastikan antara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
“Ketika kami cross tabulasi dengan beberapa variabel maka yang ketemu adalah jika Pemilu presiden diadakan pada bulan Maret (2023) kemaren, maka di putaran pertama nomor satunya Mas Ganjar,” ujar Eep, dikutip Suara Liberte dari kanal YouTube Forum News Network pada Rabu (14/6/2023).
“Nomor dua dan nomor tiganya itu masih punya kesempatan Pak Prabowo atau Mas Anies. dengan menimbang bahwa ada banyak responden yang merahasiakan pilihannya,” sambungnya.
Jika data tersebut digunakan dan pemilihan presiden diadakan pada Maret 2023, maka yang akan keluar sebagai pemenang di putaran kedua bukan lah Ganjar, melainkan yang berada di posisi kedua.
“Kalau kemudian data itu dipakai dan Pemilu diadakan pada bulan Maret kemarin, ini sudah saya katakan di beberapa forum termasuk di forum di UGM pada 5 Juni yang lalu, pemenangnya bukan Mas Ganjar, tapi pemenangnya adalah runner up-nya,” jelas Eep.
Sementara itu, diketahui hasil survei elektabilitas Anies yang merupakan bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) selalu berada di nomor buncit.
Dalam survei yang dilakukan Litbang Kompas pada periode 29 April hingga 10 Mei 2023, elektabilitas Anies hanya 23,3, persen.
Sementara itu, elektabilitas Prabowo Subianto yaitu sebesar 36,8 persen dan elektabilitas Ganjar Pranowo sebesar 40 persen.