Menurut Rocky, tujuan Jokowi memanggil Ganjar ke Istana Kepresidenan hanya untuk menunjukkan bahwa dirinya masih bisa mengatur Ganjar.
Namun, saat bertemu pada Prabowo pada Jumat (9/6/2023) lalu, diyakini Jokowi tidak mau menunjukkan hal tersebut.
“Jokowi cuma ingin memberitahu bahwa dia masih bisa mengatur Ganjar. Kira-kira itu. Tetapi pada Prabowo agak lain. Nggak mungkin dia mau kasih keterangan itu,” jelas Rocky.
Ahli ilmu filsafat itu menilai fenomena tersebut menunjukkan bahwa PDI Perjuangan (PDIP) masih bergantung pada Jokowi. “Ini lucunya. PDIP sebetulnya yang masih tergantung pada Jokowi, bukan sebaliknya tuh,” ujar Rocky.