liberte

Ketimpangan Ekonomi di Indonesia Menurut Ekonom Senior INDEF, Memburukkah?

Suara Liberte Suara.Com
Kamis, 15 Juni 2023 | 14:09 WIB
Ketimpangan Ekonomi di Indonesia Menurut Ekonom Senior INDEF, Memburukkah?
Potret Keluarga Miskin (Antara/Dedi Mulyadi)

Indonesia belum selesai mengatasi ketimpangan ekonomi. Sejumlah faktor kecil hingga besar menjadi penyebab lambannya pemerintah mencari solusi atas masalah ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa ketimpangan selama periode Maret 2019 sampai dengan September 2022 hanya sedikit berkurang. Rinciannya, diambil BPS dari perkotaan dan perdesaan adalah 0,382% tahun 2019 dan 0,381% di tahun 2022.

Profesor Bustanul Arifin, Ekonom Senior INDEF, mengatakan terdapat determinan atau faktor yang menentukan terjadinya ketimpangan ekonomi. Setidaknya, secara global determinan ketimpangan telah bergeser ke arah globalisasi, perubahan teknologi, pertumbuhan jasa keuangan, perubahan norma pembayaran gaji atau upah, pengkerdilan peran serikat pekerja (trade unions), dan penurunan pajak distribusi dan kebijakan transfer.

Sementara di Indonesia, kata Prof. Bustanul, determinan ketimpangan meliputi empat poin. Pertama, karakter pertumbuhan ekonomi tidak berkualitas sehingga sektor non-tradable mendominasi. Pada gilirannya ini memengaruhi sektor pertanian dan indutri.

"(Kedua) adanya pemerataan kepemilikan aset. Ini membuat distribusi lahan memburuk sehingga petani berlahan sempit meningkat 54% per tahun. Ketiga adalah akses terhadap faktor produksi dan sumber daya terbatas, mengakibatkan buruknya infrastruktur ekonomi dan sumber daya produksi," papar Guru Besar Universitas Lampung ini.

Menurutnya, determinan tersebut juga dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah yang tidak efektif. Misalnya, subsidi terhadap pangan, pendidikan, pupuk, dan lain-lain.

Untuk memahami ketimpangan dengan kacamata lebih luas, Prof. Bustanul membeberkan data angka kemiskinan di Indonesia periode Maret 2019 sampai dengan September 2022. Dibagi per wilayahnya, perkotaan pada Maret 2019 mencatatkan angka kemiskinan 6,69% di akhir periode sebesar 7,53%.

Untuk perdesaan di awal periode tersebut kemiskinan berada di angka 12,85 persen sementara pada September 2022, jumlah orang miskin sekitar 12,36 persen. Terdapat perbedaan antara perkotaan dan perdesaan jika dilihat dari data itu.

Prof. Bustanul secara menyeluruh menerangkan bahwa angka kemiskinan di Indonesia dari tahun 2019 hingga 2022 mengalami kenaikan. Angkanya secara berurutan 9,41% dan berakhir di periode itu di angka 9,57%

Baca Juga: Syahrul Yasin Limpo Masih Jalankan Tugas Sebagai Menteri, DPP Partai Nasdem: Gak Ada Tersangka

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI