Wasekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi menyoroti bahwa putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disebut-sebut tak akan memilih partainya dalam pencalonan wali kota Depok.
Hal tersebut ditanggapi Dedek Prayudi melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Dedek Prayudi mengungkapkan bahwa dirinya tak permasalahkan itu. Ia menegaskan bahwa pihaknya memiliki fokus utama yakni demi kemajuan Depok.
Dedek Prayudi juga membeberkan bahwa persoalan yang ada di Depok jadi mulai dari perdapatan perkapita, tingginya penggangguran, hingga Depok yang masuk dalam kota paling intoleran.
"Fokus utamanya memang bebaskan Depok dari era kegelapan, era rendahnya pendapatan perkapita, eranya tingginya tingkat pengangguran terbuka, eranya Depok sebagai kota paling intoleran," tutur Dedek Prayudi dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @Uki23, Selasa (20/6).
Sementara itu, sebelumnya diketahui bahwa Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani menanggapi manuver politik dari Kaesang Pangarep. Ia menyoroti sosok tersebut yang berfoto menggunakan kaus PSI. Puan mengaku akan menanyakan kesiapan Kaesang masuk PDIP
"Nanti saya tanya Mas Kaesang, mau masuk PDIP nggak? Itu dulu," ujar Puan di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (9/6/2023).
Terpisah, Kaesang Pangarep juga menyatakan kesiapan menjadi wali kota Depok, Jawa Barat. Ia menyatakan sudah mendapatkan izin dan restu dari keluarga besarnya untuk maju sebagai orang pertama di Depok
"Saya Kaesang Pangarep. Saya sudah dapat izin dan restu dari keluarga saya. Insyallah dengan ini saya siap untuk hadir menjadi Depok pertama. Mohon dukungannya, merdeka," kata Kaesang.