Kader Partai Ummat, Helmi Felis, menyebut Wakil Ketua Umum Partai Ummat Buni Yani lebih bisa membawa kemajuan untuk Kota Depok.
“Buni Yani lebih pas untuk Depok berkemajuan,” ujar Helmi, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @HelmiFelis_ pada Selasa (20/6/2023).
Helmi lantas membandingkan Buni Yani dengan kandidat yang belum mengerti visi dan misi seandainya diberi amanah memimpin Kota Depok. Selain itu, pendidikan Buni Yani juga jelas.
“Dibanding dipaksa pilih yang belum ngerti Visi Misi, yah lebih baik Buni Yani yang jelas pendidikannya. IJAZAH ASLI,” ujarnya.
Loyalis Anies Baswedan ini mendukung Buni Yani untuk maju ke Pilwalkot Depok karena keilmuannya yang tak perlu diragukan lagi.
“Untuk DEPOK BERKEMAJUAN saya dukung Buni Yani, beliau pun bisa 3 bahasa dengan fasih, ilmunya bukan kaleng-kaleng,” ujar Helmi.
Sementara itu, baru-baru ini putra bungsu Presiden Joko Widodo yaitu Kaesang Pangarep diusung maju Pilwalkot Depok oleh Partai Solidaritas Indonesia. Pengusungan Kaesang juga dikaitkan dengan dinasti politik.
Menurut Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, majunya Kaesang menjadi Depok 1 bukan termasuk dinasti politik. "Gini lho, kalau politik dinasti itu masih dalam satu keluarga," katanya, Jumat (16/6/2023).
Pria yang akrab disapa Rudy ini menjelaskan bahwa yang disebut dinasti politik jika masih tergabung dalam satu kartu keluarga (KK) dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, kini anak-anak Presiden Jokowi telah memiliki kartu keluarga sendiri.
Baca Juga: Beda dengan Rafael Alun, Kenapa Andhi Pramono Belum Dipecat Meski Sudah Jadi Tersangka?
"Tau keluarga? KK itu lho, kan sekarang Bapak Presiden sendiri, tinggal Bapak (Jokowi) dan Ibu (Iriana Jokowi yang satu KK), Mas Kaesang sudah KK sendiri, Mas Wali KK sendiri, Mbak Kahiyang sudah KK sendiri," katanya.