Mantan Anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) era Anies Baswedan, Tatak Ujiyati menyoroti Elite Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memuji eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Adapun Anies Baswedan dinilai cukup berhasil dalam menerapkan kebijakan integrasi transportasi di DKI Jakarta.
Hal itu ditanggapi dalam akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Tatak Ujiyati mengutarakan bahwa keberhasilan Anies dalam menerapkan kebijakan integrasi transportasi di DKI Jakarta itu merupakan fakta.
Tatak Ujiyati juga mengatakan bahwa upaya Anies Baswedan itu membawa DKI Jakarta menjadi kota terbaik dan dapat penghargaan di 2021.
"Fakta. Upaya Anies integrasikan transportasi publik juga telah membawa Jakarta sebagai Kota Terbaik dunia dalam Sustainable Transportation Award tahun 2021," tutur Tatak Ujiyati dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @tatakujiyati, Rabu (21/6).
Sementara itu, elite PSI yang memberikan pujian terhadap Anies Baswedan itu ialah anggota DPRD DKI Jakarta fraksi PSI, William A Sarana.
"Pak Anies menurut saya cukup berhasil saat itu, dari Busway ke JakLingko. Lalu, dari Busway ke MRT dan sebagainya," kata anggota DPRD DKI Jakarta fraksi PSI, William A Sarana.
William mengatakan integrasi tersebut perlu dilanjutkan dan dikembangkan lebih jauh. Dengan demikian, jangkauan transportasi bisa lebih meluas ke tempat-tempat pemukiman warga, termasuk pemukiman padat penduduk.
Dia mengatakan jangkauan transportasi itu diperlukan untuk menarik warga yang tidak mau naik transportasi umum. Menurut dia, hal itu karena jarak dia dari transportasi umum terdekat itu cukup jauh.
"Mungkin dia harus menempuh (perjalanan) dengan ojek online atau apapun dengan sepeda motor mungkin 5 sampai 10 menit sehingga dia lebih baik pakai transportasi pribadi," tuturnya.
"Cakupan inilah yang menurut saya harus bisa diselesaikan dan harus dibuat titik-titiknya yang jauh lebih dekat ke tempat permukiman warga," sambung William.
Melihat hal tersebut, William lantas berpendapat bahwa warga Jakarta sudah saatnya mencari pemimpin yang mengerti masalah perkotaan, termasuk soal transportasi ini. Dia mengatakan demikian karena penting memilih pemimpin yang paham masalah Jakarta.
"Sehingga kita sebagai pemimpin bisa memahami masalah kota. Kita harus memilih pemimpin yang sudah pernah memimpin sebuah kota dan ada perubahan di kota itu," jelas William.