‘HILANG KESABARAN !! GANJAR AKHIRNYA BUKA SUARA..NAMA PUAN DAN ORANG² DIBELAKANGNYA DI SEBUT-SEBUT’ ini adalah salah satu judul video yang diunggah oleh akun youtube Politik Nusantara pada Kamis (22/06/23).
Video ini berisi narasi seolah-olah Ganjar marah karena merasa Puan Maharani dan segerombolan orang PDIP yang mendukungnya telah mengkhianati dirinya.
Diketahui, atas perintah Megawati Soekarnoputri capres PDIP yang terpilih adalah Ganjar Pranowo, dan semua kader PDIP harus mendukungnya.
Video ini pun didukung dengan gambar thumbnail Ganjar yang sedang dikelilingi oleh para wartawan seolah-olah sedang mengklarifikasi atas amarahnya kepada Puan.
Video itu pun disertai tulisan ‘HILANG KESABARAN !! GANJAR AKHIRNYA BUKA SUARA..NAMA PUAN DAN ORANG² DIBELAKANGNYA DI SEBUT-SEBUT’
PENJELASAN
Untuk diketahui kebenarannya, Ketua DPP PDIP Puan Maharani tak pernah memberikan pernyataan akan menjegal calon presiden (capres) yang dipilih oleh ibunya sendiri, Ganjar Pranowo.
Memang sebelum nama Ganjar Pranowo disahkan menjadi capres, ada kader PDIP yang tergabung dalam Dewan Kolonel, yang mengklaim mereka adalah pendukung Puan agar menjadi capres PDIP.
Menurut Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Johan Budi, Dewan Kolonel dibentuk sebagai tempat berkumpulnya penggemar Puan Maharani.
Johan menjelaskan, Dewan Kolonel akan berupaya untuk meningkatkan elektabilitas Puan Maharani. Kelompok ini memang dibentuk untuk mempersiapkan Puan dalam pemilihan presiden atau Pilpres 2024.
Kendati demikian, Johan menyatakan, jika pada akhirnya Megawati tidak memilih Puan, ia dan anggota Dewan Kolonel lain siap mematuhi arahan Ketua Umum.
Ditelusuri Turnbackhoax.id, thumbnail yang memperlihatkan Puan ditunjuk-tunjuk dengan amarah oleh Ganjar karena ketahuan mau menjegal dirinya adalah editan komputer semata.
KESIMPULAN
Video ‘PDIP MEMANAS..GANJAR BERSUMPAH AKAN SIKAT SEMUA PENGKHIANAT..PUAN SAMPAI DIBUAT GEMETAR KETAKUTAN’ yang diunggah akun youtube Politik Nusantara memiliki konten yang dimanipulasi atau manipulated content.