Pegiat media sosial Eko Widodo menyoroti bakal calon presiden (bacapres) PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo yang melakukan blusukan ke DKI Jakarta.
Hal tersebut ditanggapi Eko Widodo melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Eko Widodo menyinggung bahwa Ganjar Pranowo tak memiliki rasa empati terhadap warga Jawa Tengah.
Loyalis Anies Baswedan itu juga menyindir Ganjar Pranowo yang statusnya masih menjadi Gubernur Jawa Tengah tapi justru 'ikut campur' di wilayah yang bukan kepemimpinannya.
"Den Ganjar kok gak punya empati ya warganya kebanjiran tapi dia sok jadi pahlawan di kampung orang.. Silahkan rakyat menilai!," ujar Eko Widodo dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @ekowboy2, Selasa (27/6).
Sementara itu, Eko Widodo juga menyertakan bahwa ternyata warga Jawa Tengah justru menghadapi persoalan banjir rob, khususnya yang ada di wilayah Bonang Demak.
Adapun diketahui, banjir rob saat air laut pasang hanya melanda tiga desa, yakni Desa Morodemak, Margolinduk, dan Purworejo. Bahkan, sampai ada 11 desa di Bonang langganan banjir rob.
Delapan desa yang kini juga langganan banjir rob adalah Gebang, Gebangarum, Karangrejo, Tridonerjo, Jatirogo, Betahwalang Serangan dan Tlogoboyo.
Camat Bonang Sigit Raharjo, mengatakan persoalan banjir rob di wilayah yang dipimpinnya kian parah.
Sebab saat ini, tiap kali air laut pasang maka warga di 11 desa hanya bisa pasrah dengan fenomena alam itu.
"Wilayah kami di selatan walaupun tidak terdampak rob tapi terdampak air yang tidak bisa keluar," kata Sigit Raharjo kepada Tribunjateng, Kamis (22/6).
Menurutnya, ada lima lima desa yang terendam banjir lantaran tidak ada saluran pembuangan air di wilayah kecamatan Bonang.
Lima desa itu adalah Sumberjo, Sukodono, Kerjaanbogo, Kembangan, dan Karangrejo.
Terpisah, saat Ganjar Pranowo melakukan blusukan ke DKI Jakarta, Gubernur Jawa Tengah itu kerap mendapati keluhan dari para pedagang di Pasar Anyar Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Menyikapi hal tersebut, Ganjar Pranowo pun langsung menelfon orang nomor satu di DKI Jakarta yakni Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono terkait adanya aduan dari masyarakat. Namun, Ganjar justru dibully dan ia pun merasa keheranan akan hal itu.
"Karena kemarin saya datang ke salah satu pasar saya telepon Pak (Pj) Gubernur DKI, saya telepon Pak Sekda DKI yang kebetulan dua-duanya saya kenal, terus di-upload, kok di-bully ya?," ujar Ganjar merasa heran.