Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menyoroti pernyataan Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto.
Menurut Dedi, Prabowo mengingat Ganjar Pranowo sebagai seorang gubernur sedangkan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diingat oleh sang Menteri Pertahanan sebagai seorang profesor.
"Pernyataan semua tokoh terkesan penuh pertimbangan. Mereka menyadari situasi hari ini jika salah memuji bisa menjadi bahan kampanye rival. Pilihan penilaian Prabowo pada Ganjar dan Anies terbilang tepat karena merujuk situasi saat ini," kata Dedi dalam pernyataannya dikutip Liberte Suara, Jumat (14/7/2023).
Dedi juga menyoroti pernyataan Prabowo tersebut sebagai sebuah sindiran terhadap Ganjar sebagai calon presiden (capres) dari PDIP.
"Itulah sebab pilihan kata Prabowo tepat, satu sisi ia tidak begitu mengecilkan Ganjar, meskipun ia tidak mengakui pencapresan Ganjar," ujar Dedi.
Ia mengakui bahwa cara Prabowo tepat menyerang Ganjar secara langsung dengan menghilangkan status capres dari PDIP itu.
Ganjar dan Anies juga dihadirkan menjadi narasumber dengan waktu penyampaian secara bergantian pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) XVI di Makassar, Kamis (13/7/2023).