Wasekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi menyoroti Buro Happold, perusahaan jasa desain, rekayasa, dan konsultasi asal Inggris menyebut bahwa pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) tidak sesuai dengan panduan yang mereka berikan.
Hal tersebut ditanggapi Dedek Prayudi melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Dedek Prayudi menyinggung perihal Piala Dunia U-17 yang dijadikan sebagai komoditas politik playing victim.
Dedek Prayudi atau disapa Uki itu mengatakan bahwa akhirnya tim Anies Baswedan yang justru malu sendiri.
"Gegara terlanjur jadiin Piala Dunia U-17 sebagai komoditas politik playing victim, akhirnya tim Anies jadi malu sendiri kan," ujar Uki dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @Uki23, Jumat (14/7).
Sementara itu, diketahui bahwa Buro Happold merupakan konsultan yang dikontrak Jakarta Konsultindo dalam pembangunan JIS. Tugas Buro Happold membuat panduan desain serta memberikan jasa konsultasi. Masa kerjanya mulai Desember 2018 hingga Maret 2019.
Lingkup pekerjaannya mencakup persiapan untuk pembuatan panduan desain, penilaian untuk soal teknis dan komersial, konsep rencana induk untuk area di sekitar stadion, serta peta jalan implementasi proyek.
“Selama masa pembuatan panduan itu, perusahaan memastikan agar desain seluruh aspek yang berkaitan dengan standar FIFA terpenuhi,” tulis Buro Happold dalam keterangan resminya, kemarin.
Namun, hasil tinjauan perusahaan yang pernah membangun Stadion Totteham Hotspur ini engidentifikasi beberapa aspek ternyata tidak sesuai dengan panduan konsep desain orisinal dari mereka.
"Temuan ini telah disampaikan oleh Buro Happold dalam surat terpisah," tegasnya.
Buro Happold menganggap perlu untuk memberikan penjelasan lebih detil di laman resmi perusahaan mengenai ruang lingkup pekerjaan dalam Proyek JIS guna menghindari kesalahan informasi dan persepsi. “Agar publik memahami secara utuh dan tepat mengenai peran Buro Happold," demikian pernyataan Boru Happold.
Sebelumnya, Menteri BUMN sekaligus Ketua Umum PSSI Erick Thohir bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau JIS pada Selasa (4/7).
Pengecekan itu untuk melihat kesiapan JIS dalam menyelenggarakan Piala Dunia U-17. Erick mengatakan stadion harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi penonton.
"Kita ingin memastikan suporter pulang dengan selamat. Sejak awal saya selalu bicara tentang akses,”tegas Erick.
Dengan melakukan renovasi, lanjut Erick nantinya JIS dapat dinikmatin tim-tim sepakbola di dalam negeri.