Pengamat politik Ahmad Khoirul Umam melihat PDI Perjuangan masih mempertimbangkan dua kekuatan besar seperti dari kalangan Nahdlatul Ulama atau NU dan militer sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres).
Hal ini tercermin dari dua nama bakal cawapres untuk Ganjar Pranowo yaitu Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar dan mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Andika Perkasa.
"Di level ini saya melihat bahwa PDIP sendiri mempertimbangkan dua hal sebenarnya, yang pertama dari aspek representasi kekuatan Nahdlatul Ulama dalam konteks ini Islam moderat," kata Ahmad dalam pernyataannya dikutip Liberte Suara, Selasa (25/7/2023).
Kalangan NU, ujar Ahmad, dapat direpresentasikan oleh Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin. Namun ada sejumlah catatan baginya jika dikaitkan dengan kalangan Islam moderat tersebut.
"Namun tidak ada satu pun yang merepresentasikan Nahdlatul Ulama secara jamiyyah atau secara struktural, tetapi kalau misalnya secara kultural tentu masih ada Cak Imin," ujarnya.
Yang kedua, kata Direktur Eksekutif Indostrategic itu, elemen militer masih dipandang baik oleh PDIP untuk menjadi duet yang saling melengkapi antara Ganjar dengan Andika. Mantan Panglima TNI itu tidak memiliki afiliasi dengan kekuatan partai sehingga dapat dipertimbangkan.
"Tetapi kemudian di saat yang sama ada satu komponen lain yang kemudian dipercaya memiliki kekuatan jaringan yang efektif yaitu elemen militer," tuturnya.
"Oleh karena itu di luar ekspektasi kita ada nama misalnya Pak Andika Perkasa yang pasti tidak memiliki basis kekuatan kepartaian tetapi representasi secara militer," pungkasnya.
Baca Juga: CEK FAKTA: Dihipnotis Uya Kuya, Sule Keceplosan Bongkar Kebohongan Nathalie Holscher