Indonesia sekali lagi mendapat kesempatan emas untuk menjadi tuan rumah sekaligus berlaga di dunia, Kali ini sektor U-17. Menjelang gelaran yang akan digelar 10 November mendatang masih ada beberapa hal yang harus dilakukan PSSI guna mendapat restu FIFA.
FIFA pun menjadwalkan akan datang ke Indonesia pada 28 Juli hingga 2 Agustus mendatang. Agenda utama FIFA untuk memeriksa kesiapan Indonesia. Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Tisha mengatakan ada tiga tahapan inspeksi yang akan dilakukan FIFA. Ketiga hal itu antara lain kesiapan venue, kualitas lapangan, dan kesiapan tim service.
“FIFA akan melakukan cek terhadap tiga poin penting terhadap persiapan. Yaitu venue atau lokasi pertandingan baik venue utama maupun lapangan latihan pendukung. Kedua terkait dengan pelayanan tim. Dalam hal in FIFA akan mengecek kesiapan akomodasi misalnya perpindahan tim. Dan ketiga FIFA akan mengecek kualitas rumput setiap venue baik lapangan utama atau lapangan latihan,”Ucap Tisha di Jakarta, kemarin.
Sebelumnya PSSI akan mengajukan delapan stadion kepada FIFA untuk menggelar pertandingan Piala Dunia U-17 2023. Enam diantaranya merupakan stadion yang sudah lolos kualifikasi FIFA ketika Indonesia masih berstatus tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.
Keenam stadion itu adalah Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya), Stadion Si Jalak Harupat (Bandung), Stadion Manahan (Solo), Stadion I Wayan Dipta (Bali), dan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (Palembang).
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan PSSI akan mengajukan dua stadion lain ke FIFA hingga jumlah stadion yang diajukan berjumlah delapan. Salah satu stadion yang sudah disiapkan adalah Jakarta International.
“Tak hanya JIS, kita ingin ada enam hingga delapan stadion yang ada di seluruh Indonesia punya standar sesuai FIFA. Baik rumput maupun standar keamanan, kenyamanan, dan kelayakan untuk memanggungkan laga internasional," Ucap Erick.