Kritikus politik Faizal Assegaf menilai calon presiden (capres) PDI Perjuangan Ganjar Pranowo dan dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terlihat mengemis dukungan pada Presiden Joko Widodo.
Menurutnya, Ganjar dan Prabowo melakukan praktik politik yang tidak biasanya lantaran terlihat norak.
"Prabowo dan Ganjar perlu berbesar hati mengakui bahwa pendekatan mengemis restu dan dukungan dari Jokowi selaku presiden, adalah politik paling norak dan kampungan," kata Faizal dalam akun Twitternya dikutip Liberte Suara, Kamis (27/7/2023).
Faizal menyebut, martabat PDIP dan Gerindra seketika runtuh saat Ganjar dan Prabowo tetap mengemis dukungan pada Jokowi.
"Tindakan bobrok itu secara langsung telah merusak martabat PDIP dan Gerindra di mata rakyat banyak," sambungnya.
Baik PDIP dan Gerindra, kata Faizal, kini menjadi ketergantungan lantaran meminta Jokowi memberikan dukungannya.
"Partai yang mesti berpolitik secara mandiri, berubah menjadi benalu kekuasaan negara demi tujuan terselubung: Kecurangan jelang Pilpres," cuitnya.
Hasilnya, ucap Faizal, tatanan bernegara secara demokrasi pun ikut rusak. Dengan begitu, ia menyarankan praktik itu harus dihentikan.
"Akibat, semakin gencar berebut dukungan Istana, semakin merendahkan harga diri, kehilangan percaya diri dan merusak tatanan bernegara serta demokrasi. Stop melakoni praktek kebodohan politik tersebut!" pungkas dia.