Pegiat media sosial Denny Siregar menyoroti Mantan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan yang memberikan kritik terhadap pimpinan KPK lantaran meminta maaf kepada TNI dan cenderung menyalahkan tim penindakan terkait penanganan kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Basarnas RI.
Hal itu ditanggapi Denny Siregar melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Denny Siregar setuju dengan kritikan Novel Baswedan. Namun, Denny Siregar pun menyindir nama Novel lainnya yakni Novel Bamukmin.
Adapun nama Novel Bamukmin merupakan sosok pegiat media sosial yang juga loyalis Anies Baswedan.
"Kali ini gua setuju ma Novel tapi bukan yang Bamukmin..," ujar Denny Siregar dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @Dennysiregar7, Minggu (30/7).
Sementara itu, terkait kritikan dari Novel Baswedan, mantan penyidik senior KPK itu menyebut bahwa menjadi memalukan bahwa pimpinan KPK meminta maaf pada TNI. Menurut Novel Baswedan, pimpinan KPK seharusnya bertanggung jawab.
"Ini memalukan. Pimpinan KPK harus bertanggung jawab. Penyelidik dan penyidik KPK bekerja untuk dan atas nama pimpinan KPK. Semua proses pasti diketahui oleh pimpinan dan struktural KPK," jelas Novel Baswedan dikutip dari CNN.
Terpisah, dari cuitan di akun Twitter pribadi miliknya, Novel Baswedan menilai bahwa pimpinan KPK justru tidak bertanggung jawab. Novel Baswedan juga mengungkapkan bahwa ada protes yang detail bersama pimpinan KPK serta pejabat struktural KPK dalam menindaklanjuti sebuah kasus.
"Pimpinan KPK tidak tanggung jawab… Setiap kasus melalui proses yang detail bersama pimpinan KPK dan pejabat struktural KPK," ujar Novel Baswedan dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @nazaqistsha, Minggu (30/7).
Lebih lanjut, Novel Baswedan pun mengherankan bahwa yang disalahkan justru ujung-ujungnya iala penyelidik atau penyidik. Padahal, kata Novel Baswedan, penyelidik itu bekerja atas perintah dari pimpinan KPK.
Ia juga langsung menyinggung soal Firli Bahuri yang justru tampak tak di salahkan.
"Kenapa tidak salahkan Firli yang menghindar dan main Badminton di Manado?," tandasnya.