Perjalanan hidup seorang Tamara Geraldine rupanya penuh lika-liku. Presenter yang pernah wara-wiri membawakan acara bola ini ternyata menyimpan banyak hal-hal menyedihkan dalam hidupnya.
Melalui acara podcast bersama Daniel Mananta, ia pun membeberkan kisah kehidupannya yang sangat jauh dari kata mudah. Tamara Geraldine menyebut bahwa dirinya pernah divonis tidak berumur panjang oleh dokter.
"Saya itu divonis mati oleh dokter akibat penyakit yang saya miliki dua kali," ucap Tamara Geraldine, dikutip dari YouTube Daniel Mananta pada Rabu (9/8/2023).
Rupanya, pada vonis pertama ia disebut mengidap suatu penyakit yang sudah sangat berbahaya.
"2005 vonis pertama, kata dokter only one year you life. At least, saya hanya punya waktu 8 bulan untuk hidup karena saya memiliki penyakit sirosis atau pengerasan hati," ungkapnya.
Namun, vonis dokter itu rupanya salah. Meski setelah itu ia kembali divonis mati untuk kedua kalinya.
Pada momen itu, Tamara pun sudah pasrah lantaran kondisinya yang memang sudah tak berdaya.
"2005 vonis pertama namun pada kenyataannya di tahun 2006 saya tidak mati. Lalu saya mendapatkan lagi vonis kedua, dan dokter mengatakan hal yang sama. Hanya saja, saat vonis kedua saya saya sudah kuning, tidak bisa jalan saat itu dan menganggap tidak mungkin ada mukjizat lagi," tutur perempuan berusia 49 tahun ini.
"Vonis terakhir yang tahu hanya mantan suami. Karena saya minta sama Tuhan, saya tidak mau ada yang tahu karena saya ingin membina diri dengan Tuhan saja barulah oranglain tahu termasuk keluarga saya," sambungnya.
Baca Juga: Punya Hasrat Bunuh Diri Tiap 6 Jam, Tamara Geraldine Bongkar Kisah Hidupnya: Saya Itu Ada...
Merasa sudah tak akan mendapat mukjizat lagi seperti pada vonis pertama, Tamara akhirnya memutuskan untuk mempersiapkan pemakamannya.
"Selain dari dunia entertainment, saya juga memiliki usaha sejak lama. Dana dari hasil itulah sudah disiapkan untuk membuat pemakamanan untuk saya yang mewah, semua sudah saya pikirkan dengan baik," bebernya.
Namun, beruntung Tamara Geraldine masih diberi rezeki untuk hidup sampai saat ini. Kini, usai merasakan mukjizat berkali-kali, ia pun memutuskan untuk mengabdikan dirinya sebagai pendeta.