Presiden Joko Widodo tidak mempermasalahkan dirinya kerap menjadi objek hinaan dan cacian sebagian masyarakat melalui media sosial. Terkait cacian dan hinaan yang kerap dialamatkan kepadanya, Jokowi mengaku sudah menjadi risiko sebagai seorang Presiden.
Namun Jokowi berharap kebebasan dan demokrasi tidak dilampiaskan dengan kedengkian dan fitnah . Hal itu disampaikan Jokowi aat menyampaikan pidato pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR dan DPD dalam rangka HUT Ke-78 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara, Jakarta
“Posisi Presiden itu tidak senyaman yang dipersepsikan. Ada tanggung jawab besar yang harus diemban. Banyak permasalahan rakyat yang harus diselesaikan Mulai dari masalah rakyat pinggiran sampai kemarahan, ejekan, makian dan finah mudah disampaikan dengan media sosial,”Kata Jokowi.
“Saya tahu ada yang mengatakan say aini bodoh, tidak tahu apa-apa, tolol. Ndak apa-apa.Sebagai pribadi saya menerima saja. Tapi yang emmbuat saya sedih budaya santun dan budi pekerti luhur bangs aini kok kelihantannya mulai hilang,”sambung Jokowi.