Politisi Demokrat Herman Khaeron mengungkapkan partainya tidak akan memilih opsi membentuk poros baru usai meninggalkan Koalisi Perubahan imbas dipilihnya Muhaimin Iskandar sebagai cawapres Anies Baswedan.
“Poros baru itu cukup rumit direalisasikan. Pasalnya semua partai saat ini tengah berkoalisi dengan partai-partai lain,”Kata Herman di Jakarta, Selasa (5/9). Sebelumnya Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan sudah move on dari polemik duet Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.
AHY mengatakan masih akan memperjuangkan perubahan dan perbaikan. AHY menyebut Demokrat akan bergabung dengan koalisi yang memiliki persamaan visi. “Upaya memperjuangkan perubahan dan perbaikan itu, Demokrat akan berikhtiar untuk bergabung dengan koalisi lain yang memiliki persamaan cara pandang, visi kebangsaan dan etika politik. Mari kita buka lembaran baru ke depan. Kita harus segera move on. Kami keluarga besar Partai Demokrat dengan berbesar hati menyatakan move on dan siap menyongsong peluang-peluang baik di depan,”Kata AHY.
Sebelumnya Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkap kekecewaannya dengan keputusan Anies Baswedan dan Partai Nasdem untuk meninggalkan Demokrat dan memilih Muhaimin Iskandar sebagai pasangan Anies.
SBY menyebut Anies tak bisa dipercaya. Padahal sudah berulang kali bertemu dan berbincang soal kesepakatan menjadikanAHY sebagai bakal calon wakil presiden.