Menurut Sudirman, NasDem khususnya sang Ketua Umum Surya Paloh yang mana lakukan pertemuan dengannya sebelum keputusan Cak Imin jadi Cawapres, tak pernah menolak AHY sebagai Cawapres, hanya saja ia meminta jika AHY yang dipilih maka deklarasi tak perlu segera dilakukan.
Di sisi lain, Demokrat bahkan SBY sudah memberikan tenggat waktu dan memberi signal akan mencari opsi lain jika AHY tak segera dideklarasikan. Hal ini menurut Sudirman jadi Gap yang besar di koalisi.
“Intinya saya menyampaikan (ke Surya Paloh) satu keterangan bahwa pekerjaan begitu banyak, kalau kita menunda deklarasi terlalu mepet ini waktunya nggak cukup, Bang Surya pun mengamini dan segera dikerjakan. Saya bilang ada satu suasana di mana demokrat sebelum dipastikan deklarasinya sulit untuk menyatukan, akhirnya saya bilang apa sikap Bang Surya terhadap AHY. ‘Saya tidak menolak AHY, anak itu berpotensi dan jelas track recordnya, tapi kalau saya dipaksa deklarasi sekarang saya belum siap’. Saya tanya apakah dengan demikian Abang membuka opsi muncul orang lain? ‘Kalau ada yang lebih baik kenapa tidak?’,” ujar Sudirman di kanal Youtube Hersubeno Point FNN, dikutip Rabu (6/9/23).
“Di situ saya katakan Demokrat seperti ada tenggat kalau pekan ini tidak ada kejelasan maka mungkin mereka minta izin membuat opsi lain. Maka terjadilah pertemuan Selasa Sore, dan agak ringkas karena menghighlite atau menyimpulkan masing-masing bahwa Gapnya satu hal saja, soal deklarasi dan soal penerimaan yang belum bulat dari NasDem terhadap AHY,” tambahnya.