Viralnya kembali kasus kematian Mirna Salihin akibat kopi sianida memang menyeret nama sejumlah pihak, termasuk Dokter Djaja Surya. Pasalnya, dialah yang pada tahun 2016 silam bertugas memeriksa tubuh perempuan itu pasca dinyatakan meninggal dunia.
Menariknya, Dokter Djaja Surya menguak fakta yang cukup mencengangkan. Sebab, ia menyebut bahwa kematian Mirna Salihin tidak disebabkan karena mengonsumsi kopi sianida seperti yang dibahas dalam persidangan.
Terkait itu, Dokter Djaja Surya pun secara blak-blakan membeberkan kondisi lambung Mirna Salihin.
"Isinya di dalam lambung darahnya hitam, di dalam lambung ada tukak, tukak lambung ada borok itu luka, dan luka itu diambil sama dia diperiksa, ketemu monosit," katanya, dikutip dari YouTube Dokter Richard Lee.
"Kalau ada luka baru akibat bahan kimia yang ada set PMN, sel darah putih yang bentuknya macam-macam," tambahnya.
Alih-alih gegara sianida, dokter forensik itu justru mencurigai Mirna mengalami penyakit maag kronis. Hal itu berdasarkan tanda-tanda yang ditunjukkan pada tubuh perempuan tersebut.
"Tapi kalau dia udah lama, udah berbulan-bulan kronis dia, jadi radangnya bulat jadi monosit. Itu artinya maag kronis dan itu adalah pendarahan langsung berarti nggak cocok kan sama sianida," bebernya.
Selain itu, Dokter Djaja juga mengungkap bahwa kondisi tubuh Mirna tidaklah seperti orang yang keracunan sianida. Ia pun seolah yakin dengan hal itu berdasarkan pengalamannya sebagai dokter forensik selama puluhan tahun.
Terlepas dari itu, kasus kematian Mirna Salihin belakangan memang kembali disorot. Hal itu terjadi usai film dokumenter Ice Cold soal kasus tersebut ditayangkan di Netflix.
Baca Juga: Ucap Selamat Ultah untuk Jessica Wongso, Hotman Paris Beri Pesan Ini: Bahagia Itu...